Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
12 juni 2015 15:40
Santri dan Ustadz Gontor Kunjungi Balai Melayu (BKPBM) Yogyakarta
Yogyakarta, Melayuonline - Kamis 116 Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta kedatangan tamu istimewa, tamu tersebut ialah 60 orang calon ustadz, ulama, para generasi pemegang kunci agama Islam. Tamu yang terdiri dari 5 orang ustadz dan 55 orang santri kelas 12 (Kelas tiga SMA) ini merupakan siswa tingkat akhir 2015 kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor-2.
Ustadz Taufiq Affandi, ketua rombongan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangganya dapat bersilaturahim ke BKPBM. Di samping tertarik dengan kebudayaan Melayu ia juga menganggap bahwa kebutuhan pengetahuan tentang Melayu di perlukan di pondok. Selain untuk pengetahuan, di pondok pesantren modern Gontor juga banyak santri dari berbagai daerah “Melayu” bahkan dari negeri jiran Malaysia, Singapura dan lain sebagainya.“Saya merasa bangga dan merasa seperti berada di negerinya Hang Tuah” ucap Ustadz Taufiq Affandi.
Dari pihak BKPBM Ustadz Yusli menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap semoga silaturahim akan berlanjut dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.Dilanjutkan dengansambutan dan penjelasan visi dan misi BKPBM oleh ketua sekaligus pemilik BKPBM Yogyakarta, Datok Mahyudin Al Mudra SH, MM, MA.
Bang MAM sapaan akrab Datok Mahyudin Al Mudra SH, MM, MA,terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. “Gontor sebagai salah satu pesantren modern ternama bukan hal baru bagi saya. Selain sudah beberapa kali ke Gontor, dahulu saya sempat belajar di Gontor selama beberapa bulan” Ungkap bang MAM.
Ia menambahkan, pematangan pengetahuan kewirausahaan yang dilakukan oleh Gontor dirasa sebagai suatu hal yang luar biasa. Dikarenakan menurut sepengetahuan beliau belum semua universitas besar di Indonesia melakukan hal tersebut.Selain itu penjelasan bang MAM mengenai BKPBM dan Melayu disambut antusias dengan bukti banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh para santri dan ustadz ketika sesi tanya jawab berlangsung.
Sebagai balai kajian yang berupaya melakukan pelestarian, BKPBM Yogyakarta juga bertujuan untuk mengembangkan kebudayaan Melayu agar tidak ketinggalan oleh zaman. Selain kebudayaan bukan merupakan sesuatu yang stastis, budaya juga berifat berkembang. Dengan mengetahui dan mempelajari Kebudayaan kita akan dapat mengetahui prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh nenek moyang kita. Memberikan inspirasi kepada generasi kini dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada, serta memungkinkan manusia dapat belajar dan tidak mengulangi hal-hal negatif yang terjadi dimasa lalu.
Diskusi yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut juga dihadiri manager BKPBM, Astrin Indriastuti dan beberapa karyawan lainya. Kegiatan diakhiri dengan tukaran cendera mata serta berfoto bersama. ***(Oki Koto)