Close
 
Senin, 6 Juli 2026   |   Tsulasa', 20 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 1.954
Hari ini : 36.731
Kemarin : 32.542
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 juni 2015 05:09

Warga Melayu Bengkulu Mandi "Belimau" Sambut Ramadhan

Bengkulu - Warga Melayu Bengkulu menggelar tradisi mandi belimau yakni membersihkan diri menggunakan perasan jeruk purut dan air bunga rampai sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

"Keluarga kami masih menjalani tradisi ini, namanya belimau kalau di Minangkabau disebut balimau," kata Romeli Santiago Abbas, salah seorang warga asli Bengkulu yang masih menjalani tradisi itu di Kota Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan mandi belimau sudah digelar tujuh turunan dalam keluarga mereka dari pihak ibu yang merupakan keturunan Raja Bilang yang menjabat Hakim Agung masa kolonial Inggris dan Belanda.

Tradisi mandi belimau kata dia dilaksanakan satu hari sebelum memasuki puasa.

Sebelum mandi belimau, para anggota keluarga sudah terlebih dahulu menggelar ziarah ke makam para leluhur.

Mandi belimau warga Bengkulu berbeda dengan masyarakat di Minangkabau, Sumatera Barat dan di Yogyakarta yang disebut padusan yang menggelar tradisi itu secara massal di sungai atau laut.

Mandi belimau tersebut ujarnya dilakukan dalam keluarga masing-masing atau digelar secara internal.

"Padusan dan balimau di Minangkabau juga beda, kalau padusan hanya berendam di air sedangkan balimau di Padang juga menggunakan air perasan jeruk purut," katanya menerangkan.

Prosesi mandi belimau dilakukan oleh orang yang paling tua di dalam keluarga yang mengguyur anak pertama hingga anak bungsu dengan air jeruk purut dan bunga rampai.

Setelah prosesi memandikan para anggota keluarga selesai, anggota keluarga paling tua itu menutup acara mandi belimau dengan mandi sendiri.

"Setelah seluruh anggota keluarga dari tertua sampai terkecil selesai, dilanjutkan dengan doa bersama," ucapnya.

Mandi belimau yang masih dilestarikan itu menurut Romeli bertujuan membersihkan diri baik fisik maupun spritual sehingga dalam keadaan bersih kaffah atau bersih total saat memasuki bulan suci.

Ia menambahkan bahwa tradisi tersebut masih dilaksanakan warga asli Bengkulu yang sebagian besar bermukim di daerah Pintu Batu, Pasar Melintang, Kebun Ros, Tengah Padang, Anggut, Berkas, Kampung Kepiri, Pondok Besi, Peramukan dan Pasar Bengkulu di Kota Bengkulu.


Dibaca : 2.831 kali.

Tuliskan komentar Anda !