Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
24 juli 2015 14:26
Makna Lebaran dalam Cerpen Kayam dan Kunto
Indra Tranggono (kanan) dalam sebuah diskusi buku di TBY (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Melayuonline.com – Karya-karya sastra dari Umar Kayam dan Kuntowijowo selalu enak disimak. Keduanya mampu mengekspresikan kehidupan manusia dengan jalinan kisah yang menarik. Karya mereka menawarkan kedalaman makna. Untuk itulah, Studio Pertunjukan Sastra (SPY) akan membedah karya Umar Kayam dan Kuntowijoyo bersama Indra Tranggono pada Minggu (26/7) di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Acara yang akan dipandu oleh Asef Saeful Anwar ini akan menampilkan dua reportoar storytelling atas cerpen karya Umar Kayam dan Kuntowijoyo. Cerpen berjudul “Mbok Jah” karya Umar Kayam akan dipentaskan oleh Rachma Nurpara, penyair Yogya, sedangkan “Rumah yang Terbakar” karya Kuntowijoyo akan diceritakan ulang oleh Fuad Cahyadi Putra. Kedua cerpen ini berisi kisah seputar lebaran.
“Acara ini merupakan sebuah refleksi atas hari raya Idul Fitri. Di Indonesia Lebaran sudah menjadi budaya masyarakat. Namun, dari masa ke masa fenomena yang meliputi lebaran tampak hanya menjadi sebuah euforia hampa belaka. Makna Idul Fitri yang sesungguhnya justru pudar seiring dengan perkembangan zaman dan majunya teknologi. Hal ini cocok dengan yang disampaikan Umar Kayam dalam antologi cerpennya Ziarah Lebaran yang terkenal itu,” kata Mustofa W. Hasyim selaku Ketua SPS pada Jogjatrip, Kamis (23/7).
Dalamsuasana lebaran ini, SPS menggelar acara Bincang-bincang Sastra dengan tema lebaran sekaligus sebagai ajang syawalan bagi para sastrawan. Dengan menghadirkan cerpen-cerpen karya Umar Kayam dan Kuntowijoyo semoga makna lebaran yang diusung oleh kedua sastrawan ternama dalam karya sastra itu mampu menjadi jendela untuk melihat dunia sunyi di belakang rumah realita kehidupan yang begitu cepat berputar menuju perubahan yang tidak jelas ini. * (Teguh R Asmara)