Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.619
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 juli 2015 09:08

Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman, Yogyakarta


Tari Pujiasturi (Foto: Trasmara)

Yogyakarta, Melayuonline.com Kampung wisata Prawirotaman, Mergangsan, Kota Yogyakarta menggelar Festival Seni dan Kirab Budaya yang ke tiga kalinya di sepanjang Jl. Prawirotaman I dan Jl. Prawiotaman II pada Minggu (26/7) sore. Festival seni dan budaya tahunan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman Yogyakarta (P4Y) dan melibatkan berbagai komunitas seni seperti Bregada Brontokusuman, Jatilan, Barongsay, dan tarian serta fashion on the street dari Klamb (Kelompok Anak Muda Mencintai Batik).

Menurut Joko Pilantoro, Ketua III P4Y, diadakannya festival itu untuk membuat betah para wisatawan asing atau domestik yang banyak menginap di kampung wisata Prawirotaman. “Dalam bulan Juli ini wisatawan asing yang singgah di Prawirotaman kebanyakan dari negara Eropa,” ujar Joko.

Atmosfer khas kampung Prawirotaman memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Ragam fasilitas yang ditawarkan cukup banyak dari hotel melati sampai bintang serta berbagai macam kuliner.


Bregada Brontokusuman membawa gunungan bahan minuman (Foto: Trasmar)

Di samping kirab budaya, di Jl. Prawirotaman I disediakan dua panggung hiburan sedangkan di Jl. Prawirotaman II satu panggung untuk pentas wayang kulit dengan dalang wanita dari ISI Yogya. Hiburan untuk masyarakat yang berlangsung sepanjang hari Minggu mulai jam 08.00 – 24.00 diisi dengan bazar, marching band, komunitas juang, sepeda onthel, becak hias, ayo menari, dan Bala Mahardhika. Di panggung hiburan ada pentas tari Bali, musik komunitas Koes Plusan, dan kethoprak Tri Mudo Budoyo. Sedang fashion on the street yang diadakan di Jl. Prawirotaman I sepanjang 50 meter menampilkan empat desainer muda dari Klamb yakni Ayu,  Musthafa, Yuni, Lany, dan Tiara.

Desainer Ayu menampilkan busana mengangkat tema biopop yang terinspirasi dari isu-isu sosial tentang virus, limbah plastik yang sulit diurai oleh bakteri. “Saya berusaha memanfaatkan barang limbah plastik yang dikombinasikan dengan bahan ringan dan ramah lingkungan,” kata Ayu yang memiliki nama lengkap Ayu Ghia sugandhi. * (Teguh R Asmara)

Editor: Agus Najib Afwan


Dibaca : 1.988 kali.

Tuliskan komentar Anda !