Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
27 juli 2015 09:08
Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman, Yogyakarta
Tari Pujiasturi (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Melayuonline.com – Kampung wisata Prawirotaman, Mergangsan, Kota Yogyakarta menggelar Festival Seni dan Kirab Budaya yang ke tiga kalinya di sepanjang Jl. Prawirotaman I dan Jl. Prawiotaman II pada Minggu (26/7) sore. Festival senidan budaya tahunan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman Yogyakarta (P4Y) dan melibatkan berbagai komunitas seni seperti Bregada Brontokusuman, Jatilan, Barongsay, dan tarian serta fashion on the street dari Klamb (Kelompok Anak Muda Mencintai Batik).
Menurut JokoPilantoro, Ketua III P4Y, diadakannya festival itu untuk membuat betah para wisatawan asing atau domestik yang banyak menginap di kampung wisata Prawirotaman. “Dalam bulan Juli ini wisatawan asing yang singgah di Prawirotaman kebanyakan dari negara Eropa,” ujar Joko.
Atmosfer khas kampung Prawirotaman memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Ragam fasilitas yang ditawarkan cukup banyak dari hotel melati sampai bintang serta berbagai macam kuliner.
Bregada Brontokusuman membawa gunungan bahan minuman (Foto: Trasmar)
Disamping kirab budaya, di Jl. Prawirotaman I disediakan dua panggung hiburan sedangkan di Jl. Prawirotaman II satu panggung untuk pentas wayang kulit dengan dalang wanita dari ISI Yogya. Hiburan untuk masyarakat yang berlangsung sepanjang hari Minggu mulai jam 08.00 – 24.00 diisi dengan bazar, marching band, komunitas juang, sepeda onthel, becak hias, ayo menari, dan Bala Mahardhika. Di panggung hiburan ada pentas tari Bali,musik komunitas Koes Plusan, dan kethoprak Tri Mudo Budoyo. Sedang fashion on the street yang diadakan di Jl. Prawirotaman I sepanjang 50 meter menampilkan empat desainer muda dari Klamb yakni Ayu,Musthafa, Yuni, Lany, dan Tiara.
Desainer Ayu menampilkan busana mengangkat tema biopop yang terinspirasi dari isu-isu sosial tentang virus, limbah plastik yang sulit diurai oleh bakteri. “Saya berusaha memanfaatkan barang limbah plastik yang dikombinasikan dengan bahan ringan dan ramah lingkungan,” kata Ayu yang memiliki nama lengkap Ayu Ghia sugandhi. * (Teguh R Asmara)