Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
1.243
Kemarin
:
24.716
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
12 agustus 2015 06:15
Lestarikan Budaya Melayu lewat Seni Rupa
Ilustrasi
Pekanbaru, Riau - Lebih dari seratus siswa SD dan SMP Se-Kota Pekanbaru berkumpul di Kantor Camat Sukajadi, Ahad (9/8). Dengan membawa peralatan gambar, wajah mereka tampak antusias. Hari itu, mereka semua mengikuti perlombaan menggambar yang disebut dengan Kaisar. Kaisar ialah perlombaan Bahasa Rupa.
Ketua Pelaksana Kegiatan, M Jonni Paslah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memberikan ruang belajar dan menumbuhkan rasa cinta Melayu bagi siswa di Kota Pekanbaru. Namun, perwujudan atau pelestariankecintaan Melayu tersebut diwujudkan dalam seni rupa.
“Jika biasanya melestarikan kesenian dilakukan dalam tarian atau drama, namun, kali ini kita buat dalam bentuk seni rupa. Kegiatan ini merupakan strategi kita dalam memperkenalkan generasi muda terhadap budaya Melayu,’’ ungkap Jonni.
Seluruh peserta menggambar komik dengan unsur Melayu. Perpaduan unsur modern dan tradisional tersebut diharapkan meningkatkan minat siswa untuk mempelajari budaya Melayu itu sendiri. Untuk lebih memotivasi,panitia menyediakan hadiah berupa penghargaan, uang tunai dan voucher belajar di sanggar lukis Brain Riau.
Sementara itu, Camat Sukajadi Yuliarso mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan di Kantor Camat tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bisa membentuk karaktersiswa dan pelajar untuk memperkuat khasanah budaya Melayu.
“’Ini merupakan gebrakan yang inovatif untuk memperkenalkan generasi muda kami dengan budaya Melayu. Mengingat, saat ini pengaruh modern begitu melekat di kehidupan sehari hari. Dengan kegiatan kreatif ini, siswa menjadi tahu budaya di negeri mereka sendiri,’’ ungkapnya.
Ia menambahkan, sejauh ini pelestarian budaya Melayu kebanyakan dilakukan dengan cara lain. Seperti bahasa, tarian, pakaian khas, dan makanan. Dengan adanya pelestarian melalui seni rupa, diharapkan wujudnya bisa menjadi motivasi tersediri bagi pelajar untuk lebih mengenal kebudayaan Melayu.