Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.896
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 agustus 2015 07:17

HUT Kemerdekaan Di Madusari Tonjolkan Seni Dan Teknologi Tepat Guna


Rumah Budaya Madusari yang sedang dipersiapkan sebagai wadah seni dan budaya warga Madusari

Gunungkidul, DIY - Masyarakat Dusun Madusari, Wonosari mengisi peringatan  HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggenjot sisi seni budaya dan teknologi tepat guna dengan melaunching Rumah Budaya dan lomba inovasi.

Kepala Dusun Madusari, Saptadi Novianto mengatakan Rumah Budaya yang dilaunching pada Jumat (14/8/2015) malam ini digagas oleh seorang warga yang kini berdomisili di Jakarta. Rumah Budaya ini didirikan bertujuan untuk mengangkat dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Tak hanya itu, Saptadi menerangkan bahwa kehadiran Rumah Budaya juga diharapkan bisa mengangkat keberadaan seniman dan seniwati yang ada di Gunungkidul.

"Terutama juga agar kreativitas anak muda tidak luntur serta potensi seni mereka tersalurkan," ungkapnya Sabtu (15/8/2015).

Di Madusari sendiri beragam jenis kebudayaan tumbuh di sela-sela masyarakat, seperti toklik, gejog lesung, dan karawitan. Rencananya, Madusari mengembangkan sejumlah kesenian untuk anak seperti Doger Reog. Alat musik seperti gamelan dan perlengkapan musik ala anak band, komplit ada di Madusari.

"Harapannya Rumah Budaya ini bisa digunakan sebaik-baiknya, seniman dan seniwati dari kota maupun pelosok bisa ikut bergabung," ungkapnya.

Sebelum dilaunching, sejumlah acara dilaksanakan oleh Dusun Madusari, sekaligus memeringati ulang tahun ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia, dimulai sejak 9 Agustus 2015 lalu. Seperti contohnya lomba tumpeng dan ingkung yang diikuti ibu-ibu dari 16 dasawisma di Madusari.

Bukan hanya mengembangkan seni dan budaya, Dusun Madusari juga berniat mengembangkan kemampuan masyarakat berinovasi dalam hal mengolah limbah dan ide pengembangan potensi teknologi tepat guna.

Hal itu diwujudkan dalam lomba inovasi. Warga yang mengikuti lomba ini harus mengolah barang-barang sampah dijadikan bentuk prototype atau sejenis miniatur.

Koordinator lomba, Kelik Triyono mengatakan, dalam lomba inovasi itu para peserta diwajibkan menampilkan satu bentuk produk.

Ia menjelaskan, produk prototype yang maju dalam lomba antara lain bentor perpusling, rumah sampah, rumah sehat, biogas gedung PAUD, sterilisator air, tamanisasi, tower seluler, penerangan jalan.

Produk tersebut mengangkat masalah lingkungan yang ada di Dusun Madusari kemudian untuk menghadirkan solusinya.

"Hasil inovasi berupa prototype itu dipresentasikan kemudian secara bersamaan nantinya untuk mencari jalan keluarnya untuk diwujudkan dalam bentuk lebih aplikatif," jelasnya.


Dibaca : 1.310 kali.

Tuliskan komentar Anda !