Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.939
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 agustus 2015 01:25

Dua Tarian dan Karnaval Warnai JFW 2015


Salah satu peserta karnaval JFW 2014. (Foto: Trasmara)

Sleman, Melayuonline.com – Tari Topeng dan Tari Sesaji dari Sanggar Tari Retno Mataram pimpinan Sunaryadi, SSt. MSn. akan membuka Jogja Fashion Week (JFW) di Gedung Jogja Expo Center (JEC) Rabu (26/8) siang. Dua tarian sakral ini akan membuka perhelatan tahunan yang digagas oleh para desainer busana dan Disperindagkop serta UKM DIY. Disamping tarian, ada juga penampilan karnaval yang akan diikuti 30 komunitas dari para model yang sebelumnya ikut make-up fantasi. Karnaval sebagai penutup JFW yang akan berlangsung Minggu (30/8) mengambil rute dari Dinas Pariwisata DIY menyusuri Malioboro dan berakhir di Beteng Vredeburg.

“Ini merupakan JFW Ke 10 yang dari tahun ke tahun selalu meningkat. JFW merupakan gabungan dari para desainer dan seniman yang mengeskpresikan karyanya untuk kemajuan dunia kreativitas,” kata Afif Syakur Ketua JFW, Rabu (19/8) di Sleman.

Ada sekitar 90 desainer busana dari berbagai daerah yang terlibat dalam JFW. Tiap hari ada dua penampilan mini show dan parade pada sore dan malam hari. APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) sendiri akan menampilkan fashion tendance 2016 yang akan diikuti 20 desainer busana yang akan mengembangkan beberapa kain khas tradisional Indonesia yang dipadukan dengan perkembangan trend fashion. “Fashion tendance mengangkat tema Resistant,” kata Lia Mustafa Ketua APPMI DIY.

JFW juga akan menampilkan finalis lomba batik motif Yogyakarta dari Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Yogya dengan tema ‘The Colour of Indonesia’ yang diikuti oleh APPMI dari Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sumatera Barat, Jawa Timur, dan APPMI Pusat. “Mengapa batik ditonjolkan karena batik merupakan warisan dunia,” tandas Lia Mustafa.

JFW yang dipusatkan di JEC akan berlangsung 26-30 Agustus 2015 juga dimeriahkan dengan stand-stand busana dari para desainer dari berbagai daerah. Direncanakan pembukaan akan dilakukan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan dihadiri Menteri Perindustrian. *(Teguh R Asmara)

Editor: Agus Najib Afwan


Dibaca : 1.576 kali.

Tuliskan komentar Anda !