Close
 
Sabtu, 5 September 2026   |   Ahad, 22 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 778
Hari ini : 17.085
Kemarin : 28.306
Minggu kemarin : 32.264.566
Bulan kemarin : 43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 agustus 2015 01:25

Eksperimentasi Teater Pentaskan ‘Bapak Pocung’ di TBY

 
Sebuah adegan dalam Bapak Pucung saat gladi bersih (Foto : Trasmara)

Yogyakarta, Melayuonline.com – Lama absen dalam dunia teater, Jujuk Prabowo, teaterawan dari Teater Gandrik, bangkit kembali. Lewat garapan eksperimentasi, Jujuk akan mementaskan lakon ‘Bapak Pucung’ di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jumat (28/8) malam. “Ini teater gabungan yang melibatkan orang-rang dari teater, pantomim, tari, dan kethoprak,” kata Jujuk Prabowo yang ditemui Melayuonline, sehabis gladi bersih di TBY, Kamis (27/8).

Lakon Bapak Pucung mengisyaratkan makna perlambang dalam sebatang pohon kelapa yang memuat seluruh unsurnya.  Induk batang, manggar, dan buah kelapa. Simbol inilah yang akan diungkapkan oleh Jujuk lewat lakon sarat kritik terhadap kehidupan manusia yang sering berebut kedudukan dan menimbulkan konflik. “Orang hidup bukan untuk mencari harta saja, tapi perlu memperkuat kepribadian,” tandasnya.

Berbagai adegan dalam Bapak Pucung memperlihatkan orang-orang yang gelisah baik lewat penokohan adegan pantomim, tari, maupun gaya kethoprak. Karena itu diperlukan pemain-pemain yang sudah jadi di bidangnya untuk memperoleh kesempurnaan dalam lakon eksperimental ini sehingga bisa padu dan enak ditonton. Merit Hendra dan Prit Timoty adalah pemain inti dalam lakon ini yang dipercaya memerankan sosok sentral sebagai orang yang penuh kebingungan dalam mencari jati diri.

Tontonan gratis ini memang tergolong lakon serius, tidak bisa dicerna hanya mengikuti sepenggal atau beberapa babak. Penonton banyak menebak-nebak. Tapi ketika lakon ini hampir usai baru tahu apa yang sesungguhnya diharapkan dari Bapak Pucung. “Ini gambaran sekarang orang rebutan kursi seperti di DPR atau Pilkada,” pungkas Jujuk. *(Teguh R Asmara)


Dibaca : 1.014 kali.

Tuliskan komentar Anda !