Sabtu, 5 September 2026 |Ahad, 22 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 346
Hari ini
:
17.276
Kemarin
:
28.306
Minggu kemarin
:
32.264.566
Bulan kemarin
:
43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
12 sepember 2015 11:10
“Tak kan Layu Musik Melayu”
Darmansyah sedang bersenandung
Yogyakarta, Melayuonline.com - Sejumlah musisi Melayu turut meramaikan suasana malam di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta kemarin malam, Jumat (11/9). Para musisi yang berasal dari Jakarta, Solo, dan Yogyakarta bernyanyi ria dalam acara yang bertajuk “Tak kan Layu Musik Melayu” yang digagas oleh ketua BKPBM Yogyakarta Datuk Cendikia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra SH., MM., MA.
Dalam sambutannya Datuk MAM (panggilan akrab beliau) menyampaikan kegiatan tersebut diadakan selain untuk menjalin tali silaturahim di antara sesama musisi Melayu, juga untuk terus menjaga dan melestarikan musik dan lagu-lagu Melayu agar tetap eksis baik di kalangan tua maupun muda.
Para musisi tersebut di antaranya adalah penyanyi Melayu Darmansyah dari Jakarta, Yusuf dari solo, dan Ustad Anant dari Yogyakarta, dan lain-lain yang turut berdendang ria melantunkan lagu-lagu Melayu. Penampilan mereka didukung oleh para musisi yang terdiri dari mahasiswa Riau dan Kepulauan Riau yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, terdiri dari Icud, Hitmen Siahaan, Kharisma Hidayatullah, Ferry, dan Arik. Para musisi beda generasi ini bersinergi menyajikan tidak saja indahnya irama Melayu tetapi juga kedalaman makna lirik-lirik lagunya.
Acara ini dipenuhi oleh para akademisi dan masyarakat Yogyakarta yang mencintai musik dan lagu-lagu Melayu. Hentakan irama zapin, joget, dan langgam secara bergantian mengalun bersama iringan gendang, akordion, biola, gambus, gitar, dan orgen.
Sebagai penggagas acara, Datuk MAM dan rekan-rekan turut menyumbangan lagu-lagu kegemaran mereka. Terbawa dengan suasana dan dendang musik Melayu tersebut, sesekali undangan yang hadir turut serta berjoget dan berzapin ria. *(oki koto)