Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.011
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 sepember 2015 11:48

Produksi Seni Tradisional Terbatas

Temanggung, Jateng - Dalam perkembangan dewasa ini, produksi seni budaya tradisional di Indonesia, khususnya di Jawa, sangatlah terbatas, terlebih jika dibanding pada zaman kerajaan-kerajaan dahulu. Saat ini, kebanyakan seni budaya tradisional dikembangkan hanya sebatas pelestarian adat istiadat.

Hal tersebut diungkapkan pemerhati seni dari Solo, Suradi ketika menjadi nara sumber dalam workshop kesenian di Gedung Pemuda dan Kebudayaan Temanggung, pekan ini. Kegiatan yang diadakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga itu diikuti pejabat terkait dan para pelaku seni di Temanggung.

“Dalam perkembangan masa kini, pengembangan seni budaya tradisional sangat terbatas. Seni budaya tradisional saat ini dipelihara dan ditampilkan, kebanyakan sebatas pelestarian adat istiadat,’’ tandasnya.

Menurutnya, keraton-keraton yang masih ada di Jawa, seperti Kraton Solo dan Yogyakarta, makin terbatas dalam memproduksi seni budaya tradisional. Seni budaya tradisional dipentaskan dan dijaga keberadaannya oleh kraton, sebagai pelestarian adat, dan bukan reproduksi atau inovasi baru seni budaya tradisional.

“Demikian pula di masyarakat, produksi, distribusi dan konsumsi seni tradisional juga semakin terbatas,” tambahnya.

Dalam paparannya yang mengambil tema “Seni Tradisional di Tengah Lajunya Roda Perkembangan Zaman” tersebut, Suradi mengatakan, dahulu kraton memang menjadi pusat dalam produksi dan pengembangan seni budaya tradisional. Sekaligus sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam berkesenian dan budaya.

“Masyarakat juga terlibat dalam proses memproduksi seni dan budaya di lingkungan kraton, seperti dalam bentuk karya sastra, gending, beksa dan sebagainya,” ujarnya.

Di luar lingkungan kraton pun, saat itu, masyarakat berkreasi sendiri  memproduksi seni budaya tradisional. Karya seni budaya masyarakat yang sering disebut seni rakyat dan dihasilkan oleh para seniman, sastrawan, empu dan sebagainya itu, memiliki berbagai macam corak.

Dengan terbatasnya produksi seni budaya tradisional tersebut, Sunardi menilai saat ini juga perlu peran pemerintah, pemerhati, dan pelaku seni untuk mencari inovasi baru dalam menggairahkan produksi seni budaya tradisional.

Sumber:  http://berita.suaramerdeka.com/produksi-seni-tradisional-terbatas/


Dibaca : 1.655 kali.

Tuliskan komentar Anda !