Selasa, 28 Juli 2026   |   Arbia', 12 Shafar 1448 H
Pengunjung Online : 1.523
Hari ini : 21.860
Kemarin : 25.287
Minggu kemarin : 186.297
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

19 oktober 2015 05:00

Mengenal Desa Wayang, Pelestari Budaya Bangsa

Wonogiri, Jateng - Wayang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya Indonesia oleh UNESCO.

Untuk mempertahankan budaya wayang, mayoritas warga sebuah desa di Kabupaten Wonogiri hingga kini lebih memilih berprofesi sebagai perajin wayang. Desa ini pun terkenal dengan sebutan Desa Wayang.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (19/10/2015), Desa Kepuhsari, salah satu desa di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, merupakan sentra pembuatan wayang kulit.

Warga desa yang terletak di kawasan Perbukitan Karst dan banyak ditanami pohon jati, menggantungkan hidupnya menjadi perajin wayang kulit.

Nyaris di tiap rumah, terlihat warga yang tengah menatah wayang kulit. Bagi mereka, seni membuat wayang kulit merupakan keahlian turun-temurun.

Dari hasil menatah satu tokoh wayang, seorang penatah bisa mendapatkan upah 300 hingga Rp 400 ribu.

Meski sempat terkena dampak kenaikan harga bahan baku, seperti kulit kerbau atau pun pewarna, pesanan wayang masih tetap berjalan lancar.

Bagi warga Desa Kepuhsari, membuat wayang bukan hanya sekedar penopang kebutuhan hidup sehari-hari. Namun juga bermakna melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia, sehingga keahlian menatah dan menyungging wayang tetap terjaga oleh generasi muda.

Sumber:  http://tv.liputan6.com


Dibaca : 1.423 kali.

Tuliskan komentar Anda !