Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
6.191
Kemarin
:
24.716
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 oktober 2015 02:07
Pentas Wayang Orang Panca Budaya Masuk Kampus
Latihan Rama Bergawa di Gambir Sawit (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Melayuonline.com – Kalangan kampus ternyata ada yang mencintai kesenian tradisional Jawa. Univesrsitas Sanata Dharma (USD) dalam Dies Natalis Ke 60 meminta pada Paguyuban Wayang Orang Panca Budaya untuk mementaskan lakon ‘ Rama Bargawa’ atau ‘Rama Parasu’ untuk dipentaskan pada Jumat (30/10) di Halaman Gedung Pusat USD, Mrican.
“Pihak kampus telah meminta pada Panca Budaya untuk tampil di kampus. Dan ini menggembirakan, kampus peduli pada kesenian tradisional,” kata Agus Setiawan Pimpinan Panca Budaya yag ditemui Melayuonline, Selasa (27/10) ketika mengadakan latihan di Sanggar Gambir Sawit, Kelurahan Tahunan.
Pentas yang melibatkan para seniman wayang orang dari 4 kabupaten dan kota Yogya ini selalu menghibur masyarakat tanpa mengenal sekat perbedaan. Kelompok seniman ini memiliki agenda safari pentas keliling dari desa ke desa di kawasan DIY.
Suasana latihan
Cerita ini menggambarkan keresahan Rama Bargawa yang melihat tingkah laku para kesatria yang lepas kontrol. Dia memiliki tekad untuk menghabisi semua kesatria, termasuk Prabu Citrarata yang menyelingkuhi ibunya, Dewi Renuka. Setelah berhasil membunuh Prabu Citrarata ia ingin membunuh ibunya sendiri. Sikap Rama Bargawa semakin lama tidak terkontrol dan membuat Batara Nurada turun tangan. Syahdan, akhirnya Rama Bargawa pun mati di tangan titisan Wisnu yakni Rama Wijaya.
“Lakon ini relatif berat ceritanya, karena berhubungan dengan hukum dan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Rama Bargawa yang paling sakti,” kata Tukiran, penulis lakon dan sutradara.
Pagelaran Rama Bargawa akan seru karena didukung oleh para seniman seperti Hendro Supadmo, Rini Widyastuti, Paryati Shi Phe, Dewa Dewi, Lestari, Hartatik, Tiofani, Isti, Hermawan, Pulung Jati, Kuatno, Yoyok, Rahmad Santosa, Herida Damarwulan, Yestriono, Widodo PB, Anter Asmarateja, Widodo Kusnantyo, Tukiran, dan Sunardi. Penata karawitan ditangani oleh Eko Purnomo dan penata tari Widodo Kusnantyo.
Tontonan wayang orang untuk umum dan gratis ini dipastikan akan ramai karena para mahasiswa USD menyediadakan doorprize bagi para penonton. * (Teguh R Asmara)