Close
 
Minggu, 16 Agustus 2026   |   Isnain, 2 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.992
Kemarin : 23.793
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 desember 2015 07:51

Magelang Undang Seniman Luar Kota Ramaikan Pagelaran Budaya

Magelang, Jateng - Para seniman dari luar Kota Magelang, Jawa Tengah, dilibatkan untuk meramaikan berbagai agenda pergelaran seni budaya yang diselenggarakan di daerah setempat, kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Pemkot Magelang Susilo Handoyo.

"Kami kerja sama dengan kesenian dan seniman dari luar kota, dari Kabupaten Magelang, untuk pentas di Kota Magelang," katanya dalam Diskusi dan Refleksi Problematika Seni Budaya Kota Magelang 2015 di Magelang, Senin (30/11/2015) malam.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Pinggir Kali Kota Magelang, antara lain dihadiri Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Susilo Anggoro, budayawan Sutanto Mendut dan Alit Maryono, pekerja seni Mbilung Sarawita, dan pelukis Borobudur Dedy Paw.

Ia mengemukakan tentang manfaat keterlibatan seniman tidak hanya dari kota setempat, dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan seni budaya di daerah dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan itu.

Ia mengaku juga terlibat dalam kegiatan seni budaya di luar kota setempat, seperti halnya saat ikut menabuh gamelan pada pentas wayang kulit dalam rangkaian Festival Lima Gunung 2015 di kawasan Gunung Andong, Kabupaten Magelang.

"Kita tidak mengotak-kotakan antara kota dan kabupaten (Magelang, red.)," ujar Handoyo yang juga dalang itu.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Susilo Anggoro pada kesempatan itu, menjelaskan tentang peranan dewan tersebut yang membantu pemerintah kota setempat terkait dengan upaya-upaya pengembangan seni budaya.

"Masyarakat seni budaya sepakat tidak ada batasan antara kota dan kabupaten dalam kegiatan seni budaya. Kami juga setuju kegiatan seni budaya tidak harus formal tetapi juga informal," katanya.

Sumber:  http://budaya.rimanews.com


Dibaca : 2.075 kali.

Tuliskan komentar Anda !