Close
 
Jumat, 1 Mei 2026   |   Sabtu, 14 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 280
Hari ini : 9.898
Kemarin : 24.716
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 desember 2015 07:51

Apa Sih Tradisi Unik Tolak Bala Masyarakat Riau

Tembilahan, Riau - Tradisi unik tolak bala warga Kabupaten Indragiri Hilir dalam peringatan Arba Mustamir, jatuh pada Rabu terakhir di Bulan Safar dalam penanggalan kalender Hijriah. Budaya ini sudah turun temurun dilaksanakan.

"Hari Rabu itu dalam masyarakat kita sama dengan Hari Arba. Sedangkan Bulan Safar identik dengan bulan panas dan bulan musibah. Untuk menolak musibah kita peringati acara Arba Mustamir," ujar Ani warga Jalan Sederhana, dikutip dari riaumandiri, Jumat (11/12/2015).

Acara Arba Mustamir menurutnya diisi dengan pengajian dan juga tausiah. Intinya, supaya masyarakat menyadari akan apa yang telah mereka lakukan selama ini.

"Kalau memang melakukan dosa, segera minta ampun dan bertobat kepada Allah, supaya tak menurunkan bala musibah yang imbasnya bukan hanya pelaku, melainkan seluruh warga masyarakat," jelasnya. Selain pengajian dan tausiah, biasanya ada makanan yang dibuat dan disediakan. Nantinya, warga yang tidak ikutpun memperingati Arba Mustamir tetap akan diberikan makanan tersebut.

Tradisi ini sudah diwariskan dari generasi ke genarasi. Biasa pada bulan ini untuk hal penting seperti perkawinan dan membuat rumah tidak dilakukan. Karena Bulan Safar dianggap bulan panas, hingga tak bagus untuk dua kegiatan tersebut.

"Orang tua kita dulu kalau sudah Bulan Safar tidak akan melakukan dua aktivitas tersebut. Malah kalau bekerja yang menggunakan senjata tajam, sangat hati-hati sekali," kata Wahid, warga Tembilahan lainnya.

Sumber:  http://news.okezone.com


Dibaca : 1.372 kali.

Tuliskan komentar Anda !