Close
 
Senin, 15 Juni 2026   |   Tsulasa', 29 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.478
Kemarin : 17.248
Minggu kemarin : 184.896
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 januari 2016 05:49

Pelantikan Pengurus Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta


Salah satu tampilan tari dalam acara MoU antara BKPBM dengan IPRY

Melayuonline, Yogyakarta - Pelantikan Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) kemarin 17/01 berlangsung semarak. Pelantikan yang hadiri oleh Gubernur Provinsi Riau Ir. H. Arsyad Djuliandi Rachman, MBA. tersebut diisi dengan seminar dan pertunjukan seni oleh Sanggar Seni Sultan Syarif Qasim yang dibawakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi Riau yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.


Prosesi adat tepuk tepung tawar

Sebelumnya, pada hari sabtu malam (16/01) Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta juga mengadakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka menambah relasi dan berupaya agar IPRY dapat lebih banyak belajar mengenai kebudayaan, khususnya kebudayaan Melayu. Penandatanganan yang dihadiri  ketua sekaligus pendiri BKPBM Dato Cendekia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra, SH.MM.MA dari pihak BKPBM, dan Ketua Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta, Hijri, dimulai pukul 22.00 wib. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh drh. Chaidir, MM yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Melayu Riau serta Drs. Ridwan Usman selaku penasehat IPRY.


Penandatanganan MoU

Acara tersebut juga diisi dengan dua buah tarian yaitu tari Mak Inang Pulau Kampai dan Serampang Dua Belas yang menceritakan proses percintaan bujang dan dara Melayu hingga akhirnya disatukan dalam satu ikatan. Selain tari, lagu-lagu Melayu serta joget lambak juga turut menambah nuansa kemelayuan sekaligus meramaikan kegiatan malam itu.

Dalam sambutannya Ketua BKPBM menyampaikan, kerja sama ini diperlukan untuk penanaman nilai-nilai kepada generasi muda khususnya pelajar Riau yang juga merupakan duta kesenian Riau di Yogyakarta agar dapat mengerti serta memperkenalkan adat budaya Melayu Riau. Kerja sama ini diharapkan memberikan keuntungan kedua belak pihak sebagai upaya memperkenalkan dan memartabatkan kebudayaan Melayu di tanah Yogyakarta.


Sambutan Ketua BKPBM dalam acara MoU

Selain penandatangan MoU, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peresmian Sanggar Seni Sultan Syarif Qasim sebagai wadah ekspresi diri positif bagi mahasiswa dan mahasiswi Riau yang menempuh pendidikan di Yogyakarta di bawah naungan IPRY.

Sedangkan pada kegiatan Pelantikan pengurus IPRY periode 2015/2016, beberapa kesenian dan tradisi khas adat Melayu turut melengkapi prosesi pelantikan tersebut. Acara yang diawali dengan atraksi pencak silat dan tari persembahan makan sirih sebagai ucapan selamat datang kepada Gubernur Riau serta para rombongan yang hadir. Prosesi adat tepuk tepung tawar juga melengkapi prosesi pelantikan pengurus IPRY periode 2015/2016 sebagai doa dan restu bagi pengurus yang dilakukan langsung oleh Gubernur Riau.


Gubernur Riau berbincang akrab dengan Ketua BKPBM

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau beserta jajarannya, Kepala Biro Umum Sekda Provinsi Riau, Anggota DPRD, tokoh masyarakat dan cendekiawan Melayu Riau Bapak drh. Chaidir, MM, penasehat IPRY Drs. Ridwan Usman, Penulis Martha Sinaga, para tamu undangan, serta mahasiswa dan mahasiswi Riau di Yogyakarta.

Martha Sinaga yang turut naik panggung dengan pembacaan monolog dan puisinya sempat mencuri perhatian pengunjung. Penampilan yang penuh energi itu mampu memukau dan membuat para penonton terkesima dengan untaian kata yang lugas dan penuh makna, tanpa kehilangan keidahannya.


Martha Sinaga tengah bermonolog

Dalam sambutannya, Hijri selaku ketua IPRY periode 2015-2016 menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi oleh pengurus IPRY periode sekarang maupun sebelum ia memimpin organisasi tersebut. Menurutnya, kendala-kendala seperti minimnya dana dari pemerintah provinsi, tidak tersedianya alat musik, dan lain menjadi penghambat serius para muda-mudi Riau di Yogyakarta ini untuk menunjukkan kreatifitas dan memaksimalkan fungsi sebagai duta kebudayaan Melayu Riau di Yogyakarta.

Menurut Hijri, selama ini event-event yang diikuti oleh Sanggar Seni Sultan Syarif Qasim terpaka meminjam atau menyewa segala penunjang seperti alat musik, busana, dan lain sebagainya. Padahal menurutnya prestasi demi prestasi telahpun di raih sanggar ini dalam memperkenalkan kebudayaan Melayu Riau di luar daerah asalnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau menyambut baik keluhan organisasi mahasiswa ini, dan menyampaikan Pemerintah Provinsi Riau akan memberikan bantuan demi lancarnya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh IPRY terlebih lagi kegiatan tersebut dapat memperkenalkan kebudayaan dan adat Melayu Riau kepada masyarakat luas. Pada kesempatan itu Gubernur juga member sedikit bantuan sebagai tanda keseriusan Pemprov Riau membantu kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh para mahasiswa Riau di luar daerah.


Tampilan Sendratasik

Dalam rangka pelantikan ini, diselenggarakan juga seminar yang bertema “Persiapan Generasi Muda menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”. Rangkaian acara tersebut kemudian di tutup dengan pagelaran sendratasik yang berdurasi lebih kurang 1 jam. Tarian, lagu, musik, serta drama menyatu dalam sebuah alur kisah yang mengangkat dan menginterprestasikan Riau ke dalam bentuk seni pertunjukan. Disajikan dengan bentuk yang menarik oleh koreografer Rapi Arafat, S.Sn dan musik oleh Icud. Tepuk sorai penonton yang kagum akan sajian tersebut tak henti-hentinya terdengar hingga akhir pertunjukan.

Di akhir acara, para panitia kemudian berfoto bersama dengan para pejabat dari Riau sebagai dokumentasi. (Boki koto)


Dibaca : 2.159 kali.

Tuliskan komentar Anda !