Senin, 15 Juni 2026 |Tsulasa', 29 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
3.608
Kemarin
:
17.248
Minggu kemarin
:
184.896
Bulan kemarin
:
9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
11 februari 2016 09:43
Menyimpang dari Budaya Melayu, Masyarakat Siak Dilarang Rayakan Valentine Day
Siak, Riau - Seluruh masyarakat Kabupaten Siak, terkhususnya bagi generasi muda islam, dilarang untuk mengikuti perayaan valentine day yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2016.
"Valentine itu bukan budaya kita, sangat berbeda dengan budaya Melayu. Jangan ikut merayakan," tegas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Siak, Muharom kepada GoRiau.com, Kamis (11/2/2016) di ruang kerjanya.
Ia mengatakan valentine day adalah budaya yang dianut agama non-islam, sehingga tidak sepantasnya jika umat islam ikut merayakan. Menurutnya, kerukunan umat beragama memang sangat diperlukan, akan tetapi menghormati aktivitas agama lain bukan berarti memperbolehkan kita ikut mengikuti kebiasaannya.
"Ini yang harus dipahami. Antar umat beragama memang harus saling menghormati tapi bukan berarti kita boleh mengikuti. Itu hal yang berbeda," jelas Kakan Kemenag Siak tersebut.
Selama ini, kata Muharom, generasi muda terkesan hanya ikut-ikutan tren valentine tanpa mengetahui asal-usul budaya tersebut. Ia pun menyayangkan remaja islam yang turut ambil bagian dalam perayaan yang tidak bermanfaat.
"Valentine tidak ada manfaatnya untuk umat agama islam. Kebih baik remaja islam perbanyak amal dan beribadah. Jangan terjebak kegiatan valentine day yang cenderung banyak mudaratnya," tutupnya.