Close
 
Selasa, 18 Agustus 2026   |   Arbia', 4 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 146
Hari ini : 6.570
Kemarin : 22.556
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 februari 2016 03:35

Teater Kewajaran Kedua Pentaskan Cerpen WS Rendra


Latihan teater di alam bebas

Bantul, Melayuonline.com – Teater Kewajaran Kedua Jakarta akan pentaskan cerita pendek ‘Pertemuan dengan Roh Halus’, karya WS Rendra, pada Rabu dan Kamis (17-18/2) di Pendapa Art Space, Tegal Krapyak Ringroad Selatan, Bantul, Yogyakarta. Pentas teater ini merupakan rangkaian Parade Pentas Sastra 2016 yang diadakan oleh Teater Dandang pimpinan Untung Basuki.

Menurut Japhen, Pimpinan Produksi, Jumat (12/2),Teater Kewajaran Kedua pimpinan Edi Haryono ini akan melibatkan perpaduan musik puisi, gerak, dan akting. Mereka berlatih di Sanggar Kelompok Belajar Bantul sekaligus membuat setting property pementasan teater itu. Para pemain yang terlibat adalah Regina Gandes Mutiary, Faiz Hasiroto, Ani Surestu, Iradat Ungkai Megah. Penata Musik oleh Kibar Muhammad Pembela.

‘Pertemuan dengan Roh Halus’ menceritakan seorang gadis yang telah meninggal datang kembali ke dunia fana dengan cara merasuki seseorang. Kedatangannya ingin berbagi dan curhat kepada kekasihnya. Terjadilah dialog-dialog yang mengungkap perbedaan situasi dari dua alam yang sedikit banyak masih berbau emosional. Gadis yang berkobar-kobar cintanya berbicara panjang lebar kepada kekasihnya yang tak dapat menerima kehadiran kembali si Gadis lantaran sudah berada di dunia lain.

Oleh Edi Haryono, drama berbau mistis ini dipoles dengan menampilkan beberapa karya musikalisasi puisi hingga menjadi drama mistis yang syahdu.

Edi Haryono, pemimpin Teater Kewajaran Kedua, di tahun 1970, dikenal sangat dekat dengan WS Rendra. Ia bergabung dengan Bengkel Teater dan menangani dokumentasi terutama kliping naskah-naskah berita. Maka tak aneh ketika Rendra meninggal dunia, Edi Haryono banyak menerbitkan karya-karya sastra peninggalan Rendra. *(Teguh R Asmara)


Dibaca : 1.115 kali.

Tuliskan komentar Anda !