Selasa, 18 Agustus 2026 |Arbia', 4 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 151
Hari ini
:
6.575
Kemarin
:
22.556
Minggu kemarin
:
179.363
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
17 februari 2016 06:15
Petinggi Suku Talang Mamak Inhu Serahkan Peta Adat ke Pj Bupati
Rengat, Riau - Dihari ulang tahun ke 16 Kecamatan Batang Cenaku, masyarakat adat talang mamak dan pengurus daerah AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau secara resmi menyerahkan peta wilayah adat kepada Pemkab Inhu dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dalam peta wilayah adat yang diserahkan itu, didalamnya terdapat 15 kebatinan suku talang mamak dengan total luasan sekitar 195.861 Ha. Peta tersebut diterima langsung oleh Dirjen PSKL (Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan), Hadi Daryanto DEA, Selasa (16/2/2016).
Dalam peta tersebut, diterangkan bahwa masyarakat adat talang mamak itu sendiri terdiri dari 29 komunitas yang disebut Kebatinan. 29 komunitas itu tersebar di lima kecamatan, diantaranya Kecamatan Batang Cenku, Batang Gansal, Rakit Kulim, Rengat Barat dan Kecamatan Seberida.
Sesuai sejarahnya, masyarakat adat talang mamak itu sendiri dikenal dengan sebutan, sembilan batin di Batang Tanaku (Batang Cenaku), Sepuluh masuk Dubalang Anak Talang, Sembilan Batin di Batang Gansal Sepuluh masuk Denala, Denala Pasak Malintang be Bapak Ketiga Lorong be Tuan ke Minang Kabau be Raja ke Indragiri be Rinduk ke Suku nan Anam Balai nan Tiga atau Ber Induk ke Patih.
"Suku talang mamak saat ini sudah menuju pada kehancuran, karena sebagian besar wilayah adat diporak-porandakan oleh kehadiran HPH, wilayah transmigrasi dan pembalakan liar. Hutan alam telah berubah menjadi hamparan kebun kelapa sawit milik swasta," ungkap Abu Sanar selaku Ketua BPH PD AMAN Inhu.