Senin, 15 Juni 2026   |   Tsulasa', 29 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.689
Kemarin : 17.248
Minggu kemarin : 184.896
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 maret 2016 05:51

SMK Cendikia Lestarikan Seni dan Budaya

Cirebon, Jabar - SMK Cendikia Kota Cirebon terus berkomitmen memberikan pendidikan yang berkualitas kepada semua peserta didiknya, tak terkecuali kualitas pendidikan kesenian.

Hal tersebut dibuktikan dengan bentuk ujian praktek mata pelajaran kesenian, dimana semua siswa kelas tiga yang mengikuti ujian sekolah tersebut wajib menampilkan jenis kesenian yang bisa mereka tampilkan untuk dinilai.

Guru mata pelajaran kesenian SMK Cendikia Cirebon, Adi mengatakan, pada hari Jumat (11/3) diselenggarakan ujian sekolah praktek mata pelajaran kesenian. Adapun jenis praktek kesenian yang ditampilkan siswa adalah penampilan kesenian musik tradisional gamelan, angklung dan tarian sekarpandan yang diikuti seluruh siswa baik jurusan keperawatan maupun farmasi.

“Ini ujian praktek kesenian, ada beberapa penampilan dalam ujian praktek ini, seperti penampilan musik tradisional gamelan, angklung dan seni tari sekarpandan, ada juga penampilan kolaborasi musik,” kata Adi kepada fajarnews.com, Jumat (11/3).

Ia menuturkan, pengambilan seni daerah karena lebih konsen kepada seni dan budaya daerah dan untuk melestarikannya. Di praktek tersebut ada penampilan yang cukup unik yakni penampilan kolaborasi antara musik angklung dan musik gamelan, semua merupakan kreatifitas siswa.

“Dengan menampilkan kesenian daerah, berarti kita menunjukkan bahwa SMK Cendikia sangat peduli dalam pelestarian budaya daerah,” tuturnya.

Kepala sekolah SMK Cendikia, Nissa mengungkapkan, dirinya menyambut dengan baik atas kreatifitas siswa yang berani menujukkan penampilan seni dan budaya daerah berkolaborasi pula dengan budaya modern.

Dengan penampilan-penampilan tersebut menunjukkan bahwa tidak semua kesenian moderen itu buruk, sebab ada nilai nilai kebaikannya selama masih dalam norma-norma keislaman dan kesopanan dan untuk  budaya dearah, disitu banyak nilai-nilai kebersamaan dan pelestarian sejarah.

“Seni budaya harus tetap dilestarikan dan yang paling penting dalam berkesenian yakni tetap mengutamakan menjaga syariat, dengan tetap menjaga aurat dan sopan santun dalam setiap penampilan,” ungkapnya.

Sumber: http://edukasi.fajarnews.com


Dibaca : 1.114 kali.

Tuliskan komentar Anda !