Close
 
Jumat, 1 Mei 2026   |   Sabtu, 14 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 691
Hari ini : 13.075
Kemarin : 24.716
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 april 2016 07:09

Sitiung Lestarikan Budaya dan Kesenian Minang

Dharmasraya, Sumbar - Jorong Sitiung, Kenagarian Sitiung, terus melestarikan budaya dan kesenian Minang melalui beberapa kegiatan kepada generasi muda setempat.  Melalui Sanggar Seni dan Budaya,  kawula muda berlatih randai, saluang dan pencak silat  tradisi. Mereka bahkan juga  belajar pidato pasambahan.

Kepala Jorong Sitiung, Mansurdin, kepada Haluan, di Kantor Wali Nagari Sitiung,  Jumat (8/4)  mengatakan,  me­les­tarikan budaya Minang ini bertujuan agar generasi muda tidak terdampar ke dalam budaya asing yang bernilai negatif, apalagi bagi generasi muda sekarang ini, karena mereka calon pemimpin bang­sa dimasa depan.

Mansurdin mengatakan, dengan melibatkan generasi muda dalam melestarikan bu­daya Minang yang beragam   akan dapat membentuk katak­ter mereka.”Generasi muda itu akan bisa mengamalkan nilai-nilai luhur, sehingga akan melahirkan pemuda berjiwa seni dan berkepribadian yang baik, serta mencintai adat dan budayanya sendiri,” imbuhnya.

Di tambahkannya, kegiatan seni budaya tersebut diako­modasi oleh sanggar seni buda­ya, yang mengadakan sejumlah kegiatan seperti pencak silat, Randai dan pidato adat, ke­giatan itu, dilaksanakan satu atau dua kali dalam sepekan dengan hari yang berbeda satu dengan kegiatan lainnya.

Untuk kesenian Randai terangnya, diikuti kurang lebih 22 orang. Begitu  juga peserta silat maupun pidato adat.Maka, dengan peserta yang cukup banyak tersebut kata dia, Na­gari Sitiung membutuhkan gedung serbaguna untuk mela­kukan berbagai kegiatan po­sitif. “Termasuk kegiatan peles­tarian budaya Minang terse­but,” tukuknya.

Sedangkan Wali Nagari Sitiung, Syarifuddin, menam­bahkan, kesenian Minang yang dilestarikan tersebut sudah banyak ditampilkan di setiap berbagai acara, bahkan telah sampai ke daerah Jambi mau­pun Solok sekitarnya.

Apalagi di Kabupaten Dhar­masraya ini terdiri dari banyak suku, daerah yang mas­ya­rakatnya berasal dari berba­gai daerah.jadi masyarakat setempatlah yang harus kuat dalam mempertahankan adat budaya maupun kesenian minang ini.

Sumber: http://harianhaluan.com


Dibaca : 2.197 kali.

Tuliskan komentar Anda !