Jumat, 1 Mei 2026   |   Sabtu, 14 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 750
Hari ini : 13.883
Kemarin : 24.716
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 mei 2016 04:15

Keraton Yogyakarta Gelar Upacara Adat Labuhan Merapi

Sleman, DIY - Keraton "Ngayogyakarto Hadiningrat" hari Minggu (8/5/2016) menggelar upacara adat Labuhan Gunung Merapi. Acara tersebut dalam rangka memperingati naik tahta Sultan Hamengku Buwono X pada Minggu.

"Upacara adat yang selalu menarik minat wisatawan tersebut diawali penyerahan uba rampe labuhan dari Kraton Ngayogyakarto kepada Camat Depok di Pendopo Kecamataan Depok Minggu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi kepada wartawan, Minggu (8/5/2016).

Ayu menjelaskan, dari Kecamatan Depok yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kota Yogyakarta tersebut, uba rampe oleh para abdi dalem dan Camat Depok diarak ke Kecamatan Cangkringan dan diserahkan kepada Camat Cangkringan di Pendopo Kecamatan Cangkringan.

"Camat Cangkringan kemudian menyerahkan uba rampe tersebut kepada Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo untuk dibawa ke Balai Labuhan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan," tutur Ayu.

Ditegaskan, nantinya sesampainya di Balai Labuhan di Kinahrejo (pendopo petilasan Mbah Maridjan) dan diinapkan satu malam.

"Pada pagi harinya yakni Senin, (9/5/2016) sekitar pukul 06.00 WIB rangkaian uba rampe akan diarak dengan berjalan kaki yang dipimpin Juru Kunci Gunung Merapi Kliwon Suraksohargo menuju ke Bangsal Sri Manganti atau pos dua untuk dilakukan upacara resmi Labuhan Merapi," jelas Ayu.

Ada pun uba rampe yang dilabuh berupa sinjang limar satu lembar, sinjang cangkring satu lembar, semekan gadhung satu lembar, semekan gadhung melati satu lembar, paningset udaraga satu lembar, kambil watangan satu biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh satu buntal, yotro tindih dua amplop, destar doromuluk satu lembar.

Menu lainnya, yaitu berupa kembang setaman, nasi tumpeng, ingkung serta serundeng, yang dibagikan kepada setiap pengunjung selesai upacara labuhan.

"Acara labuhan Merapi yang sudah menjadi agenda rutin dan hajat Kraton Ngayogyokarto, diharapkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara," jelas Ayu.

Sumber: http://www.netralnews.com


Dibaca : 3.810 kali.

Tuliskan komentar Anda !