Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
30 mei 2016 12:03
Kongres IX Mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta Amalkan Tunjuk Ajar Melayu
Suasana Kongres
MelayuOnline.com, Yogyakarta – Di dalam tunjuk ajar Melayu dan petatah petitih para tetua dahulu disebutkan bahwa musyawarah mufakat dalam menentukan pemimpin merupakan hal yang harus diutamakan oleh siapa saja yang ingin mencari sosok ideal pemimpin. Dengan adanya musyawarah mufakat, maka ke depan tidak akan terdapat kelompok-kelompok yang pro maupun yang kontra terhadap ketua terpilih yang berakibat kepada terpecahnya suatu organisasi.
Hal ini tergambar dari Kongres IX dan pemilihan ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta (IMPKRY) periode 2016/2017 yang berlangsung di asrama mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta, Sabtu (28/05). Pemilihan ini diadakan untuk mengganti pimpinan periode 2015/2016 yang diketuai oleh Hendra Purnama Rideta dari komisariat Kabupaten Anambas yang akan segera habis masa kerjanya.
Pada pemilihan calon ketua organisasi, setiap komisariat mengusulkan satu nama calon yang didukung untuk menjadi bakal calon ketua IPMKRY satu periode ke depan. Komisariat Anambas mengusulkan bakal calon ketua atas nama Mitra, sedangkan komisariat Tanjungpinang mengusulkan Rama Spadya Putra yang juga didukung oleh komisariat Bintan, sementara komisariat Natuna mengusulkan bakal calon Daeng Ganda Rahmatullah. Komisariat lain seperti Batam, Karimun, dan Lingga tidak mengusulkan nama bakal calon. Sekalipun demikian, ketiga komisariat yang tidak mengajukan calon ini tetap akan memilih calon yang telah ada sesuai dengan pertimbangan berdasarkan visi dan misi serta kepribadian ketiga calon yang diusung untuk mereka dukung sebagai calon ketua.
Salah seorang bakal calon ketua tengah memaparkan visi dan misinya
Setelah mendengarkan pemaparan visi dan misi oleh bakal calon ketua, masing-masing komisariat juga melakukan musyawarah untuk menentukan kelayakan bakal calon ketua yang akan dipilih tersebut. Dalam musyawarah itu mereka sepakat, bahwa ketiga bakal calon ketua tersebut layak untuk menjadi calon ketua IPMKRY periode 2016/2017.
Berdasarkan asas musyawarah mufakat, ketiga bakal calon ketua yang telah dinyatakan layak oleh peserta kongres IX sebagai pimpinan organisasi periode mendatang, maka diberikan kesempatan kepada mereka bertiga untuk bermusyawarah, bermufakat, dan berpadu-padan untuk menentukan siapa di antara mereka yang akan menjadi pemegang tampuk kepemimpinan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau di Yogyakarta. Akhirnya, Rama Spadya Putra asal komisariat Kota Tanjungpinang disepakati secara bulat untuk mengemban amanat menjadi ketua IPMKRY satu periode ke depan, yakni periode 2016/2017.
Ketua Terpilih Rama Spadya Putra
Kongres dan Pemilihan ketua organisasi mahasiswa yang berjalan sekitar 20 jam sejak pukul 13.00 wib hingga pukul 09.00 wib Minggu pagi, dan dilakukan secara musyawarah mufakat ini menggambarkan bahwa mahasiswa Kepulauan Riau yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta sangat menjunjung tinggi tunjuk dan ajar Melayu demi mempertahankan tatanan yang telah diatur maupun ditentukan oleh adat istiadat Melayu dalam menentukan calon pemimpin.
Memilih seorang pemimpin haruslah mengutamakan musyawarah dan mufakat. Inilah yang dituntunkan adat Melayu dalam tunjuk dan ajar: “Apa tanda Melayu jati, musyawarah mufakat ia taati. Apa tanda Melayu jati, musyawarah mufakat pegangan diri. Apa tanda Melayu bertuah, duduk tegaknya bermusyawarah. Apa tanda Melayu beradat, duduk berunding mencari mufakat”.
Dalam sambutan perdananya, ketua terpilih Rama Spadya Putra menyampaikan akan menjadikan organisasi IPMKRY menjadi lebih baik dan lebih aktif dari sebelumnya dalam meningkatkan profesionalitas dan intelektualitas anggota organisasi. Rama juga berjanji membawa organisasi ini memiliki kontribusi positif terhadap perkembangan daerah asalnya, Kepulauan Riau, dengan turut andil dalam memberikan sumbangsih pikiran serta mengkritisi setiap kebijakan dan kinerja pemerintah demi kesuksesan pembangunan Kepulauan Riau ke depan.
Terakhir, Rama juga menghimbau agar mahasiswa Kepulauan Riau yang menempuh pendidikan di Yogyakarta dapat saling bekerjasama memajukan organisasi dan menjaga nama baik daerah serta tetap berpegang teguh kepada tunjuk ajar budaya Melayu dalam berkehidupan dan berorganisasi. (bokikoto)