Close
 
Jumat, 12 Juni 2026   |   Sabtu, 26 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 290
Hari ini : 9.144
Kemarin : 20.067
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 oktober 2007 06:12

Sumatera Barat akan Bangun Masjid Representatif

Sumatera Barat akan Bangun Masjid Representatif
Masjid Danau Maninjau, salah satu masjid di Sumatera Barat.

Padang- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan membangun satu unit masjid representatif, di areal Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Padang, Jalan K.H Ahmad Dahlan Padang diperkirakan menghabiskan dana ratusan miliar rupiah, dan untuk tahap awal sudah dialokasikan dalam APBD Sumbar tahun 2007 mencapai Rp20 miliar.

"Dana sebesar Rp20 miliar sudah dialokasikan dalam APBD Sumbar, bahkan dari perantau Minang juga sudah masuk Rp40 miliar," kata Sekdaprov Sumbar Yohanes Dahlan, di Padang, Rabu. 

Sumbar saatnya memiliki satu unit masjid representatif yang cukup megah berkapasitas tampung sekitar 51 ribu jemaah. SPMA sendiri akan dipindahkan ke Lubuk Minturun yang prosesnya tengah berlangsung dan dianggarkan dana pindah gedung sekolah tersebut mencapai Rp1,5 miliar. Dia mengatakan, masjid termegah bakal dilengkapi dengan gedung perpustakaan, perkantoran dan pusat studi islam itu dibangun pada areal seluas 8 hektare. 

"Perencanaan pembangunan masjid sudah selesai, tinggal menunggu selesai tender," katanya pada RAPBD Sumbar tahun 2008 akan dialokasikan lagi Rp40 miliar. Ia mengatakan, pembangunan masjid tersebut diperkirakan akan menelan biaya Rp400 miliar, berasal dari APBD Sumbar dan sebagian lainnya diharapkan dari perantau.

Kajian pembangunan masjid itu, sudah dilakukan oleh seniman dan arsitektur dalam dan luar negeri di antaranya dari Jepang. "Segala sesuatu persiapan masjid megah itu sudah diseminarkan, dan dibangun menara yang mencerminkan nuansa keIslaman," katanya. Warga Kota Padang Dirman (45), mengatakan, rencana pembangunan masjid menghabiskan dana ratusan miliar itu sebaiknya dipertimbangkan lagi.

"Besaran dana terserap bagi pembangunan masjid itu sebaiknya disumbangkan ke masyarakat yang kini mendapat musibah, terutama rumah mereka hancur diguncang gempa," katanya. Ia mengatakan, ratusan rumah penduduk yang diguncang gempa pada Maret 2007, belum selesai dibangun, bahkan kerusakan yang sama terjadi lagi akibat diguncang gempa pada 12-13 September 2007.

Sebaiknya dana terhimpun tersebut dimanfaatkan dulu untuk pengungsi yang masih tidur di bawah tenda darurat, membangun kembali rumah-rumah mereka yang hancur. Dana tersebut juga bisa lebih dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan janda-janda miskin, yatim piatu, pelajar dan mahasiswa terancam DO serta pemberdayaan panti asuhan.

"Satu Panti di Kapuk Kalumbuk, Kecamatan Kuranji Kota Padang, baru dapat beras dari Depsos menjelang lebaran kemarin," katanya satu contoh perlunya kepekaan pemerintah membantu mereka. Untuk masjid, tambah dia, bisa dibangun melalui swadaya masyarakat, yang selama ini budaya tersebut sudah mengakar dan banyak sarana ibadah yang bisa dibangun dengan baik.

Sumber : www.republika.co.id
Kredit foto : www.flickr.com


Dibaca : 3.083 kali.

Tuliskan komentar Anda !