Close
 
Selasa, 26 Mei 2026   |   Arbia', 9 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 949
Hari ini : 17.794
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 juni 2016 08:01

80 Penyair Dunia akan Bertemu di Banda Aceh

Banda Aceh, NAD - Sekitar 80-an penyair dari delapan negara direncanakan bertemu di Kota Banda Aceh pada 15-18 Juli 2016. Acara bertaraf internasional itu, dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan & Pariwisata Aceh bekerjasama dengan Lapena (Intitut Kebudayaan & Masyarakat) Aceh.

Sedikitnya ada delapan negara yang akan mendatangkan penyairnya ke Banda Aceh, masing-masing utusan dari Republik Iran, Korea Selatan, Mexico, Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, Burnai Darussalam dan tuan rumah Indonesia.

Rangkaian acara dalam pertemuan  meliputi, seminar internasional, peluncuran buku antologi puisi tunggal karya peserta, temu penyair, bedah buku, apresiasi dan ekspresi karya, cit ytour serta ziarah budaya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kadis Kebudayaan & Pariwisata Aceh, Drs Reza Fahlevi, M.Si mengatakan, Temu Penyair Internasional ini merupakan ajang silahturrahmi penyair 8 negara dengan maksud mereka datang untuk merekam suasana kedamaian Aceh pascakonflik, situs kebudayaan, jejak tsunami dan keindahan alam.

”Temu Penyair 8 negara ini, penting dalam usaha membangun semangat sastra bagi penyair Aceh dan nusantara yang sudah pernah hadir dan menghiasi lembaran peradaban dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa Temu Penyair ini juga sebagai usaha merekonstruksi peradaban di bidang seni budaya. Khususnya dunia kepenyairan dalam rangka memberikan kontribusi bagi pembangunan peradaban dunia.

Menurut koordinator acara, Helmi Hass, Temu Penyair 8 Negara  yang sudah dipersiapkan sejak awal April 2016 lalu, hampir rampung. Saat ini panitia sedang mengatur keikutsertaan peserta, pemateri dan pengisi acara.

“Untuk peserta dari luar sudah kami finalkan. Kini hanya tinggal mengundang  peserta dari Aceh. Dananya terbatas, mungkin pesertanya antara 80 sampai 100 orang saja” sebut Helmi Hass yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lapena.

Sumber: http://theglobejournal.com


Dibaca : 1.481 kali.

Tuliskan komentar Anda !