Close
 
Minggu, 5 Juli 2026   |   Isnain, 19 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 1.510
Hari ini : 29.233
Kemarin : 46.771
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 juni 2016 06:14

Keraton Kesepuhan Cirebon Gelar Tradisi Maleman

Cirebon, Jabar - Keraton Kesepuhan Cirebon menggelar tradisi maleman, Minggu (26/6). Tradisi maleman merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Keraton Kesepuhan dalam rangka menyambut Lailatul Qadar.

Umat muslim mempercayai bahwa Lailatul Qadar adalah malam dimana amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya hingga seribu kali lipat atau lazim disebut malam seribu bulan. Menyambut kedatangannya, umat Islam pun dianjurkan berlomba-lomba memperbanyak ibadah saat sepuluh hari terakhir bulam Ramadan.

Sultan Keraton Kesepuhan, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat mengatakan tradisi maleman rutin digelar oleh Keraton Kesepuhan pada malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Dalam tradisi maleman itu, Keraton Kesepuhan mengirim minyak kelapa, lilin, dan ukup ke Astana Gunungjati (komplek makam Sunan Gunungjati).

"Tradisi ini sudah turun temurun digelar oleh leluhur kami. Sejumlah lilin dan minyak kelapa ini akan kita nyalakan disana," ucapnya.

Filosofi dari nyalanya lilin tersebut, sambung Arief, merupakan perlambangan bahwa umat Islam harus siap untuk menyambut Lailatul Qadar dengan rela tak tidur. "Tradisi maleman ini salah satu dakwah yang dilakukan pada zaman Sunan Gunungjati. Dan kita pun hanya bisa berharap agar bisa bertemu dengan malam lebih baik dari seribu bulan ini. Tentu dengan berdzikir dan ibadah," pungkasnya.

Sumber: http://indonesiana.merahputih.com


Dibaca : 1.200 kali.

Tuliskan komentar Anda !