Senin, 15 Juni 2026   |   Tsulasa', 29 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 880
Hari ini : 13.566
Kemarin : 19.032
Minggu kemarin : 184.896
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

14 juli 2016 10:27

Berbasis Budaya, Tradisi Ziarah Kubur dan Makan Bajambau Bisa Jadi Modal Wisata

Bangkinang, Riau - Tradisi ziarah kubur dan makan bajambau (makan bersama) pada Aghi Yayo Onam (Hari Raya Enam) di Bangkinang, Kampar, Riau, sangat kental dengan budaya dan adat istiadat setempat. Hal itu pun dinilai sudah cukup untuk menjadi modal pengembangan wisata berbasis budaya di Riau.

"Saya datang kesini mau tahu situasinya (Aghi Yayo Onam). Saya sengaja memakai baju Homeland of Melayu karena tradisi ini kan kental sekali dengan budayanya dan sudah menjadi tradisi puluhan tahun," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau.com, Rabu (13/7/2016) disela-sela kunjungannya pada acara Aghi Yayo Onam di Dusun Uwai, Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang Seberang, Kampar, Riau.

Menurutnya, tradisi ini memiliki ciri khas yang unik yaitu seluruh sanak saudara dan perantauan akan pulang kampung untuk berkumpul bersama pada tanggal 7 Syawal. Tradisi diisi dengan kegiatan ziarah kubur dilanjutkan dengan makan bersama di masjid-masjid dan rumah penduduk.

"Tradisi seperti ini harus diteruskan. Selain sebagai ibadah bisa juga menjadi ajang silaturrahmi. Semua perantau yang ada di luar negeri sekali pun pulang semua untuk ikut berkumpul pada tradisi ini," tuturnya.

Ia pun meminta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengangkat tradisi tersebut sebagai salah satu daya tarik kunjungan wisata berbasis budaya di Riau. "Kita angkat ini nanti, Dinas Pariwisata akan menggodoknya," tutupnya.

Sumber: http://www.goriau.com


Dibaca : 1.260 kali.

Tuliskan komentar Anda !