Sabtu, 5 September 2026 |Ahad, 22 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 585
Hari ini
:
12.900
Kemarin
:
28.306
Minggu kemarin
:
32.264.566
Bulan kemarin
:
43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
04 agustus 2016 08:18
Pentingnya ’Rasulan’ bagi Masyarakat Jatimulyo
Bantul, DIY - Rasulan bagi masyarakat Jatimulyo Kecamatan Dlingo Bantul punya makna mendalam dan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Upacara adatitu dijalani masyarakat secara turun temurun sejak ratusan tahun silam.
Tidak mengherankan jika sampai sekarangtidak ada yang bisa menerangkan kapan sebenarnyatradisi rasulan itu mulai. Masyarakat paling tuapun tidak bisa bicara banyak. Ribuan yang selalu ikut jadi pertanda rasulan begitu penting artinya bagi kehidupan masyarakat.
Yanto, warga Dodogan Dlingo sudah 15 tahun meninggalkan kampung halamannya.Bersama keluarga Yanto mencoba mengadu nasib di Jakarta agar kehidupannya layak. Namun,tidak pernah lupa akan warisan leluhur kampungnya."Terus terang sejak kapan rasulan ini mulai dilaksanakan masyarakat sini saya tidak tahu. Sejak saya kecil sudah ada, bapak juga cerita bahwa rasulan sudah ada sejak orangtuanya dulu," jelasnya belum lama ini.
Memang perubahan tradisi rasulan sangat terlihat terutama soal kemasan. Sekarang ini jauh lebih meriah, demikian pula dengan tingkat partisipasi warga meningkat. "Kesimpulan saya, rasulan ini sangat penting bagi masyarakat. Umpama tidak penting mengapa ribuan orang ikut berpartisipasi," jelasnya.
Ketua Panitia Rasulan Puryatnomengatakan, proses diawali dari rumah dukuh DodoganSarwadi. Kemudian bregada mengambil gunungan besar di Dusun Kedong Dayak. Setelah itu gunungan diarak keliling DusunRejosari. Sementarta kenduri dilakukan di Dodogan selanjutnya gunungan dibawa ke Sendang Ayu.