Close
 
Minggu, 6 September 2026   |   Isnain, 23 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.244
Hari ini : 18.979
Kemarin : 26.946
Minggu kemarin : 32.264.566
Bulan kemarin : 43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 agustus 2016 12:19

Ketika Masyarakat Yogyakarta Meronggeng Melayu di Panggung FKY

Yogyakarta, MelayuOnline.com - Panggung pertunjukan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-28 tampak berbeda, Rabu (24/8) malam. Yang membuat beda panggung tersebut dengan penampilan pengisi acara lainnya adalah serbuan penonton yang ingin ikut berjoget bersama para penari, penyanyi, dan pemusik yang dibawakan oleh Komunitas Ronggeng Melayu Deli Anjungan Sumut TMII Jakarta.

Malam itu boleh dibilang malam Ronggeng Melayu di pentas FKY. Ronggeng merupakan paduan dari berbagai seni yang mewujud dalam tari dan berbalas pantun Melayu diiringi musik dan lagu Melayu. Rombongan yang terdiri dari 40-an orang tersebut sontak membuat suasana Taman Kuliner Condong Catur Yogyakarta tersebut menjadi semarak. Tak hanya memenuhi panggung, penonton yang terdiri dari beragam etnis yang berada di bawah panggung juga turut serta meronggeng atau berjoged Melayu mengikuti rentak  dan nyanyian Melayu.

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-28 tahun 2016 ini memang terasa istimewa dikarenakan mengundang beberapa komunitas atau tim kesenian dari beberapa daerah luar Yogyakarta, yang salah satunya Komunitas Ronggeng Melayu Deli.

Silih berganti lagu dan tarian ditampilkan oleh komunitas yang didampingi oleh Tatan Daniel selaku ketua Anjungan Sumut TMII Jakarta ini. Mulai dari Zapin, Inang dan joget silih berganti dinyanyikan dan ditarikan oleh penyanyi Ronggeng Melayu Deli yaitu, Rani Dahlan, T. Syam, dan lain-lain.

Penampilan yang berdurasi lebih kurang 1 jam tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi hasrat meronggeng bersama. Hal tersebut disampaikan Eka Agus Rianti salah satu penonton asal Karimun Kepulauan Riau yang juga sedang menempuh pendidikan jurusan pendidikan seni tari di Universitas Negeri Yogyakarta. Menurut eka, jika durasi penampilan ronggeng Melayu Deli tersebut dapat lebih lama lagi tentu kesemarakan kian terasa. Akan tetapi karena alokasi waktu yang disediakan oleh panitia penyelenggara pertunjukan dan masih adanya penampil dari tim kesenian yang berasal dari Bali, maka Ronggeng Melayu harus menyudahi aksinya di tengah tingginya animo penonton.

“Yang penting dah bejoged, lumayan lah tu” ucap Eka dengan logat kental Melayunya. (bokikoto)


Dibaca : 3.787 kali.

Tuliskan komentar Anda !