Minggu, 19 April 2026 |Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
261
Kemarin
:
26.672
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
26 agustus 2016 13:05
“Bele Kampung” Sanggar Sultan Syarif Qasim di Pentas Seni Budaya Sabang Merauke
Yogyakarta, MelayuOnline – Pagelaran seni budaya Sabang Murauke yang digagas oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI) berlangsung sukses. Acara yang di selenggarakan di halaman Gedung Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jalan Sriwedari Yogyakarta tersebut telah dimulai pada hari Rabu (24/08) hingga Kamis (25/8) malam.
Dalam pagelaran tahun ini peserta yang tampil berjumlah 30 IKPM. Suguhan kesenian mulai dari Sabang sampai Merauke silih berganti menyemarakkan pagelaran tersebut. Salah satunya penampilan dari Sanggar Sultan Syarif Qasim, Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta.
Dalam kesempatan tahun ini sanggar SSQ, singkatan dari Sultan Syarif Qasim, membawakan tarian yang berjudul “Bele Kampung”. Bele Kampung merupakan salah satu tradisi yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakan tradisional di Riau, sebuah tradisi ritual memelihara, membersihkan, dan menjaga kampung. Bagi masyarakat Melayu kampung seumpama rumah, tanah kelahiran, bangsa, dan negara. Mejaga kampung berarti juga menjaga negara. Tarian yang dibawakan tersebut berirama Zapin, ditarikan dengan cara berjalan laksana berkeliling kampung, serta gerak silat sebagai bentuk penolakan dan perlawanan terhadap pengaruh negatif yang berasal dari jin, setan, manusia, dan sebagainya.
Tarian yang dibawakan oleh Tri Kurniaty, Rian Hidayat, Febri Ari Saputra, Zolekipli, Pebri Irawan Septian Eko Nugroho, Luthfi Guntur Eka Putra, Umy Meysaroh Rera Tianingtias, dan Putri Eka Sudiarti tersebut diciptakan olehPebri Irawan dan diiringi oleh musik gubahan Roma Sutan Indrawan dengan para pemusik Firmansyah, M. Sya’bani Al Qodri, dan Ardiansyah. Sedangkan perias dan busana oleh Rian Bono.
Gerak dan alunan musik yang sangat indah dan menarik tersebut memukau para penonton dan mengundang tepuk dan sorak sorai yang tiada henti terdengar hingga penampilan tersebut usai. (bokikoto)