Close
 
Minggu, 16 Agustus 2026   |   Isnain, 2 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 52
Hari ini : 8.062
Kemarin : 43.662
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 sepember 2016 12:06

Presiden Bakal Kenakan Pakaian Kebesaran Melayu di Festival Bahari Kepri

Tanjungpinang, Kepri -  Koordinator Bidang Penyambutan Tamu pada Festival Bahari Kepri (FBK) yang merupakan rangkaian Sail Karimata 2016, Raja Heri Mokhrizal mengatakan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri merencanakan Presiden Jokowi menggunakan pakaian kebesaran Melayu saat datang untuk membuka kegiatan tersebut.

 “Peserta rapat semua sepakat dan berharap Presiden menggunakan pakaian kebesaran melayu saat datang membuka FBK nanti. Selain itu untuk kedatangan tamu-tamu VIP juga akan disambut dengan tepuk tepung tawar,” ujar Heri Mokhrizal, Selasa (30/8) usai memimpin rapat bidang penyambutan tamu di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, kenapa hanya tepuk tepung tawar yang dipilih sebagai prosesi adat saat penyambutan tamu VIP, karena itu lebih ringkas dilaksanakan. Apabila melibatkan proses beras kuning akan menyita waktu. Disebutkannya, lokasi yang difokuskan tentunya adalah Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang

“Dalam tradisi kebudayaan kita tidak mengenal istilah bunga selamat datang. Sehingga diputuskan tetap menggunakan prosesi adat istiadat yang biasa kita lakukan,” jelas Heri.

Pria yang duduk sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri tersebut juga mengatakan, dalam rapat persiapan ini, pihaknya juga melibatkan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, LAM Provinsi Kepri, Biro Umum, dan Angkasa Pura Bandara RHF Tanjugpinang.

“Hasil rapat ini akan disampaikan dalam rapat utama dalam waktu dekat ini. Karena perkembangan ini akan disampaikan juga ke pihak istana kepresidenan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, terkait daftar tamu undangan VIP pihaknya masih menunggu pemberitahuan dari Panitia Pusat. Karena biasanya, pihak yang mengundang adalah Menteri Koordinator (Menko). “Pada prinsipnya kita siap untuk memberikan pelayanan. Baik itu masalah transportasi dan lain halnya,” tutup Heri.

Sumber: http://batampos.co.id


Dibaca : 2.070 kali.

Tuliskan komentar Anda !