Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 mei 2007 06:34
Hardiknas di Jambi Hadirkan Anak-anak Orang Rimba
Jambi- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2007 di Jambi yang dipusatkan di lapangan kantor gubernur setempat, Rabu dihadiri lima anak Orang Rimba atau dikenal suku "Kubu".
Kelima anak Orang Rimba yang telah bisa membaca, menulis, dan berhitung mendapat perhatian dari unsur muspida yang hadir pada kegiatan Hardiknas tingkat provinsi yang dipimpin Wakil Gubernur Jambi Antony Zeidra Abidin.
Ketika Danrem 042/Garuda Putih Jambi Kol Inf Sutrisno dan Ketua DPRD Provinsi Jambi H Zoerman Manap meminta kelima anak Orang Rimba yang difasilitasi Komunitas Konservasi Indonesia-Warung Informasi Konservasi (Warsi) untuk membaca dan menulis dengan lancar mereka membaca, menulis, dan berhitung.
Setelah melihat ketrampilan membaca, menulis dan berhitung anak-anak suku Kubu, para unsur muspida langsung mengeluarkan kocek dari dompet masing-masing dan memberikannya kepada mereka sebagai bentuk penghargaan.
Kelima anak Orang Rimba datang ke Jambi bersama Tumenggung Tarib (ketua kelompok) Desa Air Hitam Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Kabupaten Sarolangun sekaligus pameran buku berjudul "Kisah-Kisah Anak Rimba" yang diterbitkan KKI-Warsi dalam moment Hardiknas.
Isi buku dengan pengantar Kak Seto setebal 80 halaman itu selain cerita-cerita dongeng karya anak-anak rimba juga profil para fasilitator pendidikan KKI-Warsi yang membina pendidikan anak-anak rimba sejak 1998 hingga sebagian besar anak-anak rimba bisa membaca, menulis, dan berhitung.
Dialog Interaktif
Dalam dialog interaktif di Taman Mayang Mangurai halaman kantor Gubernur Jambi bersama puluhan pelajar SMP dan Ketua Bappeda Drs H Junaidi T Noer kelima anak rimba menceritakan berbagai pengalaman mereka sebelum tahu membaca, menulis, dan berhitung.
Pengalaman Orang Rimba selama ini sering "ditipu" orang luar yang masuk ke TNBD karena mereka tidak tahu membaca, menulis, dan berhitung.
Kelima anak Orang Rimba ikut dalam dialog interaktif didampingi Tumengggung Tarib penerima penghargaan lingkungan hidup dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005, yaitu Jujur (19 tahun), Gelinca (19) Berayat (14), Nelikat (11), Ejam (mengaku tidak tahu berapa usianya).
Cerita dongeng anak rimba itu seperti "Boruk dengan Kotom" (Kera dan Kepiting), "Karena Kancil", "Hantu Benor" (Hantu ditumbuhan Benor), "Antara Gagak dan Kuau" (Antara burung Gagak dan burung Kuau), "Anak Dewa Padi","Manusia Jadi Gejoh" (Manusi jadi Gajah), "Mergo dan Boruk" (Si Mergo dan Kera), serta "Biawak Jadi Menantu Raja".