Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
27 oktober 2007 06:53
Pedati Nusantara VII 2007 Bukittinggi, Pedati Tingkatkan Nasionalisme Kebangsaan
Padang- Pentas Seni dan Budaya, Pameran Dagang dan Industri (Pedati) yang digelar Pemko Bukittinggi setiap bulan Oktober, sistem penyelenggaraan memasuki babak baru. Jika enam gelaran Pedati terdahulu dikelola sepenuhnya oleh Pemko, maka Pedati Nusantara VII 2007 diserahkan sebagian pelaksanaannya kepada pihak ketiga.
Event Pedati yang digelar setiap tahun terus dilakukan pembenahan dan penyempurnaan dalam merajut dan merangkul kekayaan multi etnis yang ada di Bukittinggi. Selain bentuk kegiatan dan kualitas sarana dan prasana, pembenahan besar-besaran dalam sistim manajemen pengelolaannya pun dilakukan. Agar maksimal, Pemko Bukittinggi melalui Kantor Pariwisata Seni dan Budaya melibatkan OASIS Event Organizer Jakarta sebagai mitra dalam mengelola dan mensukseskan jalannya kegiatan Pedati. Walikota Bukittinggi Drs H Djufri mengatakan, EO OASIS diberikan kepercayaan dalam mengelola pelaksanaan kegiatan Pameran Dagang dan Industri saja, serta penyedia fasilitas stand pameran yang lebih modern dan nyaman bagi pengunjung.
Sedangkan pagelaran Seni dan Budaya serta pementasan berbagai atraksi multi etnis tetap dijalankan dan dikelola Kantor Pariwisata Seni dan Budaya. “Ini adalah pembagian kerja yang telah kita sepakati. Pola seperti ini, sama-sama memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” ujar Djufri. Konsep tersebut diharapkannya memberi nilai tambah secara profesionalitas dan modernisasi serta menunjang suksesnya kegiatan Pedati yang telah diselenggarakan 6 kali sejak awal era reformasi lalu ini. Meski begitu, Djufri mengingatkan bahwa megah dan bagusnya manajemen pelaksanaan Pedati Nusantara VII 2007 ini, harus berangkat dari tujuannya merajut persatuan multietnis yang ada di Bukittinggi. “Ini akan menimbulkan serta membangkitkan rasa nasionalisme kebangsaan yang semakin tebal bagi masyarakat Bukittinggi, Sumatera Barat dan Indonesia,” kata DJufri.
Pelaksanaan Pedati Nusantara diharapkannya juga dapat tetap berjalan dalam koridor memajukan Kota Bukittinggi. Didasarkan pada 4 core strategy, yakni perdagangan, pariwisata, pendidikan dan kesehatan. Pelaksanaannya dikemas dalam bentuk event pameran dan pagelaran kesenian. Tentang kata “ Nusantara” yang tidak ditemukan dalam tema event ini sebelumnya, Djufri menyebutkan kata itu merupakan upaya Pemko Bukittinggi dalam meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan. “Ini tercermin dalam pelaksanaannya, dimana kita juga melibatkan peserta dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Mereka tak hanya mengikuti pameran tapi juga menampilkan atraksi seni budaya mereka,” jelas Djufri. Pelibatan Negara lain itu, membuahkan hasil dengan lahirnya sejumlah kerjasama terutama dibidang perdagangan, pariwisata, pendidikan dan kesehatan antara Bukittinggi dengan Malaysia dan Singapura.
“Ini merupakan gambaran dan realita, bahwa Pedati mulai menampakkan hasil konkrit. Kerjasama tidak hanya berbentuk kesepakatan dan kesepahaman saja, tapi telah sampai pada tahap pelaksanaan dan implementasi,” tegas Djufri. Untuk dalam negeri, semakin banyak sektor usaha dan industri serta pemerintah dari provinsi lain di Indonesia yang memanfaatkan ajang Pedati ini. Ke depan, Djufri meminta sektor pendidikan dan kesehatan dilibatkan dan lebih mendominasi dalam Pedati. Sementara itu menurut Wakil Walikota Bukittinggi, Ismet Amziz selaku Ketua Umum Pelaksana Pedati Nusantara VII 2007 mengatakan, kegiatan ini bakal dihadiri Staf Ahli Menteri Pariwisata bidang Multikultural, Fadjria Novari Manan serta Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Padang Ekspres menjelang upacara pembukaan malam ini, seluruh peserta pameran telah hadir di Bukittinggi dan tengah mempersiapkan stand masing-masing. Pengunjung diperkirakan bakal membludak, apalagi banyak diantara pengunjung yang ingin menikmati liburan di kota ini. Untuk menikmati seluruh stand pameran, panitia membuka gerai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB dan tidak dipungut bayaran. Dari hampir 150 stand yang disediakan panitia dan OASIS Event Organizer untuk mengikuti acara yang akan berlangsung sampai 6 November mendatang ini, kemarin hanya tersisa 15 persen.
Sumber : www.kotasolok.org Kredit foto : www.flicker.com