Close
 
Jumat, 18 Agustus 2017   |   Sabtu, 25 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 1.686
Hari ini : 8.447
Kemarin : 30.342
Minggu kemarin : 225.915
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.006.726
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 november 2016 01:37

Festival Wonderful Indonesia Kembali Digelar di Perbatasan

Yogyakarta - Kemenpar kembali mengadakan Festival Wonderful Indonesia di perbatasan Aruk, Kalbar. Kunjungan turis perbatasan pun diharap bisa makin meningkat.

Festival Wonderful Indonesia akan kembali hadir pada tanggal 5-6 November di perbatasan Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalbar. Ini merupakan keempat kalinya Kemenpar menggaet wisman Malaysia Timur, Serawak dan Sabah, melalui festival cross border tourism di Aruk.

Dari informasi yang diunggah ke akun Facebook resmi Kemenpar, Rabu (12/10/2016), festival akan berlangsung di lapangan Terminal Besar Sajiangan. HIburan musik Melayu dan dangdut akan ditampilkan. Dua artis dangdut ibukota, Siti Badriah dan Selvi Isti Apriani akan menggoyang panggung bersama dengan artis lokal Kalbar.

"Genre musik dangdut dan melayu disukai wisman perbatasan. Karena itu kami akan menghibur dengan musik kesenangan mereka," kata Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara.

Selain musik, selama dua hari pengunjung akan menyaksikan atraksi budaya lokal seperti tarian tradisional kreasi Dayak, menyumpit, bazaar produk kreatif, pangkak gasing, dan pesta kembang api. Demo tato Dayak dan demo pembuatan kain tenun songket juga bisa disaksikan.

Masih ada kegiatan luar ruang yang tak kalah seru. Seperti trekking riam, trail fun bike, dan jungle flying fox.

"Para pengunjung bisa menikmati trekking Riam Meresap yang ditempuh 20 menit, untuk rute trail adventure berjarak sekitar 33,76 km dengan melewati hutan," ucap Eddy Susilo, Kepala Bidang Festival Pasar Asia Tenggara.

Festival ini diperkirakan bisa lebih heboh. Seperti yang sudah-sudah, lebih dari 5.000 wisman Malaysia masuk Sajingan Sambas setiap even digelar. Mereka tak bosan bosannya ikut bergoyang. Larut bersama atraksi-atraksi seni budaya Indonesia yang disuguhkan.

"Saya optimis event ini akan menarik minat wisman karena banyak agenda wisata yang menarik. Apalagi pos lintas batas di Aruk sudah bagus sehingga makin memudahkan warga Malaysia dan Brunai berkunjung melalui jalur darat," katanya.

Dari 12 juta target wisman 2016, Malaysia dipatok 2 juta kunjungan. Event cross border ini dianggap sangat efektif untuk menggenjot capaian. Bermula dari festival itulah para wisman diharapkan menjelajahi destinasi lain di Tanah Air.

Eddy Susilo, Kepala Bidang Festival Pasar Asia Tenggara dalam rakor di Kuching menyampaikan, FWI merupakan program Kemenpar untuk meningkatkan aktivitas industri pariwisata Indonesia.

"FWI di Sajingan Sambas ini salah satu program unggulan Kemenpar Tahun 2016. Sesuai arahan Pak Menteri, tahun ini kami menargetkan kunjungan sebanyak 12 juta wisatawan mancanegara, khusus Malaysia ditarget 2 juta wisman," ujar Eddy.

Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Kuching Malaysia juga mendukung penuh kegiatan Festival Wonderful Indonesia (FWI) ke-4 ini sebagai ajang budaya kedua negara serumpun.

Menurut konsul muda Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Kuching, Marisa Febriana Wardani, FWI di Sambas sangat dinantikan oleh masyarakat Malaysia Timur khususnya Serawak. Hal ini tidak lepas dari hubungan yang baik antara Sambas dengan Serawak. "Kedua masyarakat masih ada hubungan budaya sehingga ada kedekatan, kami percaya masyarakat Serawak akan senang dengan kegiatan FWI di Sambas ini," ujar Marisa Febriana.

Dalam rapat koordinasi dengan Kemenpar digelar di Hotel Imperial Kuching, 13 Oktober 2016. KJRI menyatakan siap melakukan promosi kepada masyarakat Serawak. "Selain festival budaya juga ada sejumlah obyek wisata yang siap dikunjungi wisman asal Malaysia, diantaranya Riam Berasap dan obyek lainya," ujar Marisa Febriana.

Rapat koordinasi dihadiri sejumlah pihak dari kedua negara. Dari Malaysia ada perwakilan Polisi Diraja Malaysia (PDM), sejumlah wartawan media ternama Malaysia, petugas bea cukai dan imigrasi. Sedangkan dari Indonesia diwakili Kemenpar RI, imigrasi, dan bea cukai Aruk.

Dari petugas imigrasi Biawak, Nazari, mengaku siap membantu masyarakat Serawak yang akan bepergian ke Sajingan Besar menyaksikan FWI Sambas. Orang Serawak menurutnya sangat menyukai seni dan budaya Indonesia. Terutama hiburan musik dangdut, karena tradisi dan budaya warga perbatasan ini masih serumpun.

(Dari berbagai sumber)


Dibaca : 4.883 kali.

Tuliskan komentar Anda !