Close
 
Sabtu, 20 Januari 2018   |   Ahad, 3 Jum. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.164
Hari ini : 21.549
Kemarin : 48.018
Minggu kemarin : 331.957
Bulan kemarin : 128.832
Anda pengunjung ke 104.222.278
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 maret 2017 07:01

‘Dari Bumi Nyiur Melambai, Poco-Poco Mendunia’

Manado, Sulut - Gerbong Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Sulawesi Utara (Sulut) siap meluncur. Usai dilantik, Selasa (7/3) kemarin, sejumlah program langsung dimatangkan. Salah satunya pemecahan rekor dunia tarian Poco-Poco.

Ketua Umum FOKBI, Sapta Nirwandar mengatakan, tahun 2018 mendatang FOKBI berencana akan menggelar kegiatan Poco-Poco massal yang melibatkan satu juta orang dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat popularitas Poco-Poco sebagai salah satu olahraga kreasi budaya di Indonesia.

"Kan kalau di Argentina mereka bangga sekali dengan tarian Tango, ada Sumba. Ya, Poco-Poco juga harus jadi kebanggaan kita, terutama di Sulawesi Utara, tempat kelahiran olahraga ini," ujarnya di sela-sela pengukuhan pengurus FOKBI Sulawesi Utara, di Hotel Peninsula Manado, Selasa (7/3).

Sapta menilai, Poco-Poco juga bisa menjadi merek atau brand pariwisata di Bumi Nyiur Melambai. Sebagaimana diketahui, parisiwata menjadi salah satu andalan Bumi Nyiur Melandai dalam mendongrak pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Sapta menuturkan gerakan Poco-Poco perlu terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Dalam sebuah studi, Poco-Poco ternyata bermanfaat mencegah beberapa penyakit seperti alzheimer dan diebetes. Studi yang dilakukan Dr. dr. Ria Maria Theresa, Spkj menunjukkan fungsi kognitif otak akan terlatih berkat gerakan tari poco-poco yang merangsang fungsi eksekutif otak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Harian FOKBI Sulut, Greetty Tielman mengatakan, pasca pelantikan pengurus FOKBI Sulut akan langsung bekerja.

“Tahun ini kita ada beberapa iven poco-poco. Persiapan akan dilakukan sedemikian baik agar pada saat pelaksanaan semua berjalan lancar. Kita akan bekerja tim membudayakan dan melestarikan Poco-Poco,” ungkapnya.

Greetty menuturkan, dari Sulawesi Utara Poco-Poco ini akan mendunia. Dengan bgeitu kata dia, ada manfaat bagi masyarakat Indonesia terutama di Sulawesi Utara dalam hal perekonomian lewat promosi pariwisata dan budaya.

“Dari data yang saya dapat, tahun lalu itu, jumlah kunjungan turis asing ke Sulawesi Utara mencapai 48.288 orang atau meningkat 178,4 persen. Adapun per Januari 2017, jumlah pelancong asing mencapai 7.674 orang atau naik 12 kali lipat dibandingkan dengan Januari 2016. Nah, ini berarti Sulawesi Utara sangat diminati wisatawan mancanegara. Kita di daerah, tentu harus siap dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan iven Poco-Poco,” tandasnya.

Sumber: http://mediasulut.co


Dibaca : 933 kali.

Tuliskan komentar Anda !