Close
 
Senin, 11 Desember 2017   |   Tsulasa', 22 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 686
Hari ini : 8.500
Kemarin : 43.322
Minggu kemarin : 254.041
Bulan kemarin : 5.609.877
Anda pengunjung ke 103.940.438
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 maret 2017 06:29

22 Mahasiswa Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Selama 3 Pekan, Hasilnya Cukup Mengejutkan

Blimbing, Jatim – Acara Bunga 2017 yang dilaksanakan STIE Malangkucecwara menjadi penutupan pembelajaran 22 mahasiswa Jepang ke kampus tersebut, Rabu (15/3/2017).

22 mahasiswa Jepang dari Kanda University of International Studies itu terbagi dalam tiga kelas dengan tiga budaya yang dipelajari, yaitu tari, pencak silat, dan membatik. Para mahasiswa itu menampilkan hasil belajar selama 3 pekan lebih itu pada hari ini.

Dosen pendamping program Indonesian Student Program Malangkucecwara School of Economics (ISP MCE), Prof Suyoto mengatakan mahasiswa Jepang itu tidak hanya belajar teori, tetapi praktik budaya Indonesia.

Hasilnya bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa itu.

“Kemampuan Bahasa Indonesia-nya juga meningkat, selain penguasaan seni budayanya,” kata Suyoto kepada SURYAMALANG.COM.

Program Bunga tahun 2017 ini dilakukan dengan rancangan sistemis yang memberdayakan keluarga Indonesia dalam memerankan tutor sebaya.

“Kelas lebih banyak menekankan pada interaksi tematik dan membuat model pada tahun ini. Jadi, menajamkan pemakaian Bahasa Indonesia dan pemahaman budaya kepada mahasiswa Jepang,” ujarnya.

Kegiatan ini sudah dilakukan rutin oleh STIE Malangkucecwara selama 18 tahun. Metode praktik pada tahun sebelumnya sebanyak 30 persen. Namun, kali ini ditingkatkan menjadi 50 persen.

Suyoto berharap kegiatan tersebut akan mencitra-positifkan Indonesia di mancanegara.

“Selain itu juga dapat memberi wawasan khusus bagi yang berminat melaksanakan program Bahasa Indonesia di Jepang,” harapnya.

Dari 22 peserta, 11 orang mendalami pencak silat, tujuh orang memilih tari, dan empat orang lain mendalami seni batik tradisional.

Sumber: http://suryamalang.tribunnews.com


Dibaca : 8.539 kali.

Tuliskan komentar Anda !