Close
 
Senin, 11 Desember 2017   |   Tsulasa', 22 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 322
Hari ini : 8.477
Kemarin : 43.322
Minggu kemarin : 254.041
Bulan kemarin : 5.609.877
Anda pengunjung ke 103.940.430
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 mei 2017 04:48

Ambah Batik, Rawat Tradisi Lewat Motif Melayu

Jakarta - Batik menjadi warisan budaya nusantara yang sudah diakui organisasi dunia Unesco. Teknik batik selalu makin inovatif dengan berbagai motif unik. Di tangan label Ambah Batik, batik semakin cemerlang dengan mengembangkan berbagai motif melayu.

Ambah Batik merupakan clothing brand yang didirikan dengan dasar rasa cinta kepada budaya Indonesia dan kepedulian terhadap kewirausahaan sosial di tanah air. Keunikan motif batik ini yaitu terinspirasi dari motif melayu yang sudah tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

Motif pucuk rebung yang menjadi ciri khas Ambah Batik memiliki filosofi bahwa kehidupan manusia harus memberikan manfaat untuk orang lain. Karena itu, Ambah Batik yang bergerak di bidang socialpreneur akan memberikan 50 persen profitnya sebagai donasi pendidikan anak seperti pelatihan membatik. Tujuannya sebagai upaya pelestarian dan meregenerasikan warisan budaya Indonesia.

“Saya merasa semakin termotivasi dalam menjalani dunia social entrepreneurship ini, karena saya melihat kreativitas anak-anak sekolah kejuruan yang kami bina sangat luar biasa," kata Founder dan CEO PT PT Ambah Karya Kreatif, Dina Rimandra Handayani dalam keterangan tertulis, Jumat (11/5).

Dina menambahkan berkembangnya  batik saat ini membuatnya tertantang untuk mengambil peran bagaimana menciptakan produk karya anak sekolah kejuruan yang berkualitas. Kurang dari satu tahun, dirinya mengajak beberapa perusahaan untuk bersinergi dan bekerja sama mendukung program Ambah Batik.

"Harapan kami semoga dalam waktu dekat ini akan meresmikan rumah pelatihan dengan nama House of Ambah yang berlokasi di Pekalongan," paparnya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) juga konsisten dalam mendukung perkembangan desain industri fesyen. Salah satunya dengan mendorong dan mengedukasi para perajin kain tradisional.

“Bekraf mendukung aktivitas wirausaha sosial yang dijalankan oleh Ambah Batik karena sangat unik, Ambah Batik mengapresiasi perajin dan menampilkan karya anak-anak SMK," kata Deputi Bidang pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak.

Keistimewaan motif pucuk rebung ditampilkan lewat sebuah peragaan busana di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat . Sebanyak 20 set busana pria dan wanita dihadirkan dalam dua sekuen mulai dari gaya casual, semi formal, formal hingga eksklusif. Ambah Batik juga mengeluarkan edisi  terbaru untuk koleksi laki-laki yang terinspirasi dari Satria Heroes, Satria Bima. Beberapa koleksi terbaru dihadirkan dengan konsep Ready to wear dan exclusive collection berkolaborasi dengan Luna Habit dan Naneina Fashion.

Sumber: http://www.jawapos.com


Dibaca : 1.119 kali.

Tuliskan komentar Anda !