Close
 
Senin, 24 Agustus 2026   |   Tsulasa', 10 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.675
Hari ini : 20.314
Kemarin : 20.558
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 november 2007 04:08

Empat Pejuang akan Terima Gelar Pahlawan Nasional

Empat Pejuang akan Terima Gelar Pahlawan Nasional

Jakarta- Pemerintah akan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh yang semasa hidupnya aktif berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. 

Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional akan dilaksanakan di Istana Negara pada 9 November 2007 dengan Inspektur Upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kata Ketua Panitia Peringatan Hari Pahlawan Hotmangaraja Panjaitan di Jakarta, Kamis.

Keempat tokoh yang ditetapkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 066/TK/Tahun 2007 tertanggal 6 November 2007 itu adalah Mayjen TNI (Purn) dr.Adnan Kapau Gani, Dr.Ide Anak Agung Gde Agung, Mayjen TNI (Purn) Prof.Dr.Moestopo, dan Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi.

Mayjen TNI (Purn) dr. Adnan Kapau Gani adalah pejuang dari Sumatera Selatan yang semasa hidupnya aktif berjuang melawan pendudukan Jepang melalui berbagai organisasi seperti Partindo, Indonesia Muda, Gerindo, GAPI dan PNI.

Sebagai Koordinatir TKR/TRI Adnan, yang pernah menjadi tawanan dan disiksa oleh penjajah, ikut melakukan aksi pemasangan bendera Merah Putih serta spanduk dan poster untuk membangkitkan semangat rakyat.

Sementara Anak Agung Gde Agung adalah pejuang Bali yang pada tahun 1948 mendirikan dan menjadi penggerak utama Pertemuan Musyawarah Federal (PMF), paguyuban negara-negara dan wilayah federal di Indonesia yang ditujukan untuk menghimpun kekuatan politik guna menanggulangi berbagai perundingan Belanda-RI.

Anak Agung Gde Agung, yang tahun 1949 memimpin delegasi Negara Indonesia Timur dan PMF ke Konferensi Meja Bundar di Den Haag, juga merupakan pemrakarsa Pertemuan Antar Indonesia untuk menyatukan presepsi unsur federal dengan pemerintah RI dalam menghadapi langkah politik lawan di Konferensi Meja Bundar.

Pejuang asal Jawa Timur Prof.Dr.Moestopo, menerima gelar Pahlawan Nasional karena memimpin pasukan melawan Tentara Sekutu yang mendarat di Surabaya dan pada 10 November 1945 berhasil menurunkan bendera Belanda di Hotel Orange Surabaya. Pada awal masa pendudukan Jepang Moetopo juga aktif berjuang memberantas pengangguran dengan membentuk perhimpunan penolong kemiskinan di Surabaya.

Sedangkan Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi, pejuang dari Jawa Tengah, ikut mempertahankan proklamasi kemerdekaan RI dengan menghimpun dan memimpin pemuda pejuang untuk melawan agresi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Slamet Rijadi juga ikut berjuang mempertahankan NKRI dalam berbagai peperangan dan pemulihan keamanan dalam negeri seperti perang kemerdekaan II serta operasi penumpasan PKI di Madiun, APRA di Sulawesi dan RMS di Ambon.

Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada pejuang yang berjasa besar terhadap bangsa atas usulan dari masyarakat. Usulan calon Pahlawan Nasional diajukan kepada bupati/walikota setempat kemudian dilanjutkan Gubernur melalui instansi dinas sosial provinsi dan selanjutnya diserahkan keoada Badan Pembina Pahlawan daerah (BPPD) untuk diteliti dan dikaji.

Bila menurut BPPD yang bersangkutan memenuhi kriteria yang diajukan maka selanjutnya gubernur akan mengajukannya kepada Menteri Sosial selaku Ketua Umum Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP). Usulan itu kembali akan dikaji dan diteliti oleh Tim BPPP dan hasilnya akan diserahkan kepada Presiden RI guna mendapatkan persetujuan.

Sumber : www.republika.co.id
Kredit foto : www.ri.go.id


Dibaca : 2.945 kali.

Tuliskan komentar Anda !