Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 7.049
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 november 2007 05:21

Arkeolog Temukan Arca di Delta Berbak

Arkeolog Temukan Arca di Delta Berbak
Candi Muaro Jambi.

Jambi- Tim arkeologi wilayah Sumatera bagian selatan menemukan arca anjing dan sejumlah perabot China Kuno peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya di sepanjang Delta Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Kawasan ini diduga kuat bekas salah satu pusat perdagangan Asia Tenggara pada abad ke-10 hingga abad ke-13.

Benda-benda peninggalan sejarah ini ditemukan terpendam dalam lahan bergambut, mulai dari muara hingga masuk ke Sungai Lambur, Sumber Naik, dan Pamusiran. Ketiga daerah aliran sungai (DAS) tersebut kondisinya telah mengering akibat proses alam selama berabad-abad. Permukaan sungai-sungai ini mengalami penurunan sehingga diperkirakan aliran airnya beralih ke DAS Sungai Batanghari.

Ketua Tim Proyek Penelitian Arkeologi dari Balai Arkeologi Palembang Haris Susanto  mengemukakan, sebagian besar temuan tim berupa keramik dan gerabah, tetapi sudah menjadi pecahan-pecahan. Sejumlah barang yang masih utuh telah ditemukan jauh sebelumnya oleh masyarakat sekitar dan disimpan atau diperjualbelikan.

"Kami juga sempat mengambil sampel temuan arkeologi yang masih utuh dan disimpan oleh warga setempat di rumahnya." tuturnya.

Dalam penelitian tahap II, proyek yang berlangsung selama dua bulan ini, tim mendapatkan arca anjing kecil, mangkuk keramik, kendi gerabah, tempat minum, tutup cepu berbentuk angsa, vas, serta buli-buli atau botol gerabah. "Seluruh temuan ini kami dapatkan dari dalam gambut, sebagian lagi kami dapatkan dari masyarakat yang menyimpannya," tutur Hari.

Menurut dia, Delta Berbak merupakan salah satu pusat persinggahan pelayaran, perdagangan, serta jalur masuk menuju pedalaman Jambi.

Dari Delta, sebagian kapal berlayar masuk lewat Sungai Batanghari. Sebagian lainnya melewati Sungai Lambur, Sumber Naik, dan Pamusiran.

Terkait dengan hal itu, Haris menemukan pola permukiman yang linear mengikuti alur sungai di wilayah tersebut.

Listianingsih, analis Keramik dari BP3 Jambi, mengemukakan, temuan benda-benda perabot dari bahan keramik China kuno tersebut diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Dinasti Sung/Song pada abad ke-10 hingga abad ke-13. Pada masa itu, ekspansi pedagang-pedagang dari China memang cukup tinggi, termasuk ke Nusantara.

Sumber : www.kompas.com
Kredit foto : www.jambiexplorer.com


Dibaca : 1.733 kali.

Tuliskan komentar Anda !