Close
 
Selasa, 25 Agustus 2026   |   Arbia', 11 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 2.080
Hari ini : 26.090
Kemarin : 23.903
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 mei 2007 07:45

Masyarakat Gayo Harus Menjaga MoU Damai

Masyarakat Gayo Harus Menjaga MoU Damai

Takengon- Masyarakat dataran tinggi Gayo harus menjaga dan mengamankan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah RI dengan GAM yang sudah ditandatangani 15 Agustus 2005 lalu di Helsinki, Fillandia.

Hal itu dikatakan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, Senin (7/5) malam pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah KMAP (Kesejahteraan Masyarakat Aceh Pesisir) Pasar Inpres Takengon.

Dikatakan, kesepakatan damai itu menjadi bagian penting dari upaya dan proses pembangunan yang sedang dijalankan di Aceh Tengah. Perdamaian adalah faktor utama kelancaran perekonomian di dataran tinggi Gayo, dan sejak penandatanganan MoU Helsinki, aktivitas perekomian berangsur-angsur mulai membaik. Kondisi keamanan yang sudah membaik ini, harus dipertahankan bersama-sama sehingga kehidupan masyarakat akan normal kembali. Menurut Nasruddin, Aceh Tengah yang dihuni oleh tujuh etnis selama ini hidup rukun dan damai, ditambah lagi dengan perjanjian damai antara pemerintah RI dengan GAM.

Nasaruddin yang baru sebulan dilantik itu mengatakan, komposisi masyarakat Aceh Tengah seperti filosofi Danau Laut Tawar. Danau yang terletak di Takengon itu dialiri sejumlah sungai yang bermuara ke danau itu setiap detik, sedikitnya sebanyak 22 sungai memasok air secara bersama-sama hingga membentuk danau. Kemudian air Danau Laut Tawar itu dialirkan menjadi Krueng Peusangan.

Dan dari perumpamaan itu, Krueng Pesangan adalah diibaratkan sebagai masyarakat Aceh Tengah yang heterogen namun bersatu dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jaga sama-sama perdamaian yang sudah terjalin sekian lama,” pinta Nasaruddin. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan dzikir maulid dari Ulee Glee Kabupaten Pidie, pemberian santunan bagi anak yatim dan kegiatan sosial lainnya. Sebelum ceramah maulid dimulai, Nasaruddin dipeusijuek oleh tokoh-tokoh masyarakat Aceh yang di daerah itu. Ceramah Maulih Nabi Muhammad SAW dibawakan oleh Tgk Yusri Puteh.

Sementara itu, DPC PPP Aceh Tengah, Minggu (6/5) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Atu Lintang dan dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah Drs H Djauhar Ali dan 300 warga. Hadir sebagai penceramah Tgk MY Sidang Temas, Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) DPC PPP Aceh Tengah.(min)

Sumber : www.serambinews.com


Dibaca : 1.992 kali.

Tuliskan komentar Anda !