Close
 
Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.625
Hari ini : 21.980
Kemarin : 25.766
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 november 2007 03:55

Mahasiswa Indonesia di Malaysia makin Resah

Mahasiswa Indonesia di Malaysia makin Resah

Kuala Lumpur- Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Malaysia semakin tidak nyaman dan resah setelah pihak berwenang di negara tersebut mewajibkan mahasiswa asing membawa paspor asli jika ke luar kampus.

"Kami semakin tidak nyaman dan takut nih. Masa kemana-mana mesti bawa paspor. Buat apa Kerajaan Malaysia mengeluarkan kartu pas pelajar," kata Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) M Yunus Lubis dan mahasiswa S2 di Universiti Malaya, Alia, di Kuala Lumpur, Jumat (16/11).

Kewajiban mahasiswa harus membawa paspor asli tersebut dikemukakan saat pertemuan Kementerian Pengajian Tinggi, Polisi, Imigrasi, dan pasukan sukarelawan (Rela) dengan wakil mahasiswa antarbangsa di Putrajayan, Kamis. Selain Indonesia, perwakilan mahasiswa negara lainnya yang hadir berasal dari Cina dan Pakistan.

Para mahasiswa asal Indonesia semakin resah karena sebelumnya mereka memrotes sikap Rela yang mendobrak pintu ketua PPI UKM M Yunus Lubis, Ahad, (7/9) hanya untuk memeriksa identitas.

"Kami mendengarkan penjelasan dari Rela, Imigrasi, dan polisi Malaysia. Dalam pertemuan itu, mereka menegaskan bahwa setiap mahasiswa asing di Malaysia wajib membawa paspor kemana pun pergi. `Pas student` (pas pelajar) yang dikeluarkan Imigrasi Malaysia hanya berlaku di dalam kampus," kata Yunus.

Sebelumnya, seluruh mahasiswa mendapatkan pas pelajar sebagai pengganti paspor.

Alia merasa heran karena peraturan dan kebijakan dibuat seenaknya. Ia juga bertanya jika paspor itu basah karena naik motor atau hilang. Namun, kata Alia, pihak Malaysia menjawab, "Itu salah kalian tidak bisa menjaga baik paspor kalian".

Bahkan wakil Rela, Zubir bin Mustofa, mengatakan bahwa Rela punya wewenang melakukan operasi tanpa perlu didampingi oleh polisi dan petugas imigrasi.
"Kami bisa melakukan operasi seperti polisi dan imigrasi, punya wewenang mendobrak rumah, membawa senapan, dan membawa borgol serta memborgol pendatang haram," katanya.

Alia kemudian bertanya, mengapa petugas Malaysia lebih sering mengejar orang Indonesia. Dijawab wakil polisi, memang banyak tindak kriminal dilakukan pendatang asing, baik dari Indonesia, Myanmar, atau bangsa lain. Pelakunya ada yang pekerja atau pelajar asing.

Sesalkan

Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Imran Hanafi, menyesalkan kebijakan yang semena-mena dari pihak kerajaan Malaysia. "Padahal beberapa waktu lalu kementerian pengajian tinggi mengatakan akan mengeluarkan kartu pas pelajar yang baru sebagai pengganti paspor. Kok bisa berubah begitu," katanya.

Presiden PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Malaysia, Muhammad Iqbal, juga sangat menyesalkan kebijakan tersebut. Ia akan mengadakan rapat dengan pengurus untuk menentukan sikap.

Ada sekitar 26.000 mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia. Ada kemungkinan mereka akan kampanye ke Indonesia pada liburan semester tahun ini ke kampus-kampus dan SMA favorit agar tidak atau jangan kuliah di Malaysia.

Sumber : Republika Online
Kredit foto : www.ppimalaysia.org


Dibaca : 3.041 kali.

Tuliskan komentar Anda !