Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 7.844
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 november 2007 06:12

Depbudpar Akan Fasilitasi Pembukaan Gedung Bioskop Khusus Putar Film Indonesia

Depbudpar Akan Fasilitasi Pembukaan Gedung Bioskop Khusus Putar Film Indonesia

Jakarta- Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) akan memfasilitasi pembukaan gedung bioskop di daerah-daerah yang khusus memutar film Indonesia.

"Kami akan mengirim surat kepada para gubernur di seluruh Indonesia agar membuka gedung bioskop yang khusus memutar film Indonesia," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (19/11) ketika menerima para artis dan kru film `Denias, Senandung di Atas Awan` yang terpilih sebagai Best Children Featured Film (katagori Film Anak Terbaik) pada ajang festival film Asia Pacific Screen Awards 2007, di Goaldcost Queensland, Australia, baru-baru ini.

Menbudpar Jero Wacik didampingi Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film Depbudpar, DR. Muhklis PaEni mengatakan, film Indonesia sangat menarik untuk ditonton, apalagi bagi masyarakat di daerah-daerah. "Dengan adanya gedung bioskop yang khusus memutar film Indonesia kita harapkan kecintaan masyarakat terhadap film nasional akan semakin meningkat,"  katanya.

Sutradara film Denias Jhon de Rantau mengusulkan kepada Menbudpar Jero Wacik agar pembukaan gedung bioskop khusus memutar film Indonesia dimulai dari gelanggang remaja. "Di Jakarta gedung bioskop dengan empat layar khusus memutar film Indonesia bisa dibuka di Gelanggang Remaja di Bulungan, Jakarta Selatan, " katanya.

Menurut Ari Sihasale, Produser Film Denias, ia sulit memprediksi kapan break even point (BEP) film yang diproduksi dengan biaya Rp 6,5 miliar itu bisa tercapai, "Bila hanya mengandalkan dari gedung bioskop yang ada seperti sekarang ini sulit dicapai," katanya.

Film Indonesia `Denias, Senandung di Atas Awan`, yang bercerita tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua untuk mendapatkan pendidikan yang layak, berhasil menyisihkan sejumlah film pesaingnya seperti The Bicycle/Gulong (Philiphina), Locksmith/Ghofl-Saz (Iran), Mother Nanny/Inang Yaya (Philiphina), dan Mukhsin (Malaysia) yang sebelumnya masuk nominasi.

Sumber : www.budpar.go.id
Kredit foto : www.kinokultura.cg.yu


Dibaca : 2.195 kali.

Tuliskan komentar Anda !