Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
27 november 2007 07:04
Menlu Hongaria Menilai Positif Pendekatan Negara-Negara ASEAN Mengatasi Konflik dan Masalah
Budapest– Dalam pertemuan ASEAN Plus Luncheon, Duta Besar Indonesia Mangasi Sihombing yang bertindak sebagai tuan rumah mengundang penceramah tamu Menteri Luar Negeri (Menlu) Hongaria, Dr. Kinga Goncz. Dalam kesempatan tersebut telah hadir Duta Besar Filipina, Thailand, Vietnam, India, Korea Selatan, Rusia, Australia, Jepang serta Kuasa Usaha Sementara dari Cina, Pakistan, dan Malaysia.
Mengawali ceramahnya Menlu Hongaria mencatat hubungan ASEAN dan EU telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang yaitu 30 tahun, sementara ASEAN sendiri telah berusia 40 tahun. Selama ini EU lebih banyak berfokus pada masalah internalnya, namun seiring dengan waktu yang berjalan diharapkan EU juga dapat lebih bersifat terbuka dan lebih memperhatikan kawasan lain, termasuk ASEAN. Ditekankan kepentingan bersama ASEAN dan EU diantaranya dalam menghadapi masalah-masalah bersama seperti pemanasan global, masalah lingkungan hidup, cara pencegahan terorisme dan organisasi kriminal serta masalah-masalah ekonomi dan politik lainnya.
Menlu Hongaria juga menjelaskan mengenai situasi internal Hongaria yang mengalami transisi menjadi negara dengan sistem demokrasi dan ekonomi pasar. Dalam pelaksanaannya transisi ini mengalami banyak kendala, namun masyarakat Hongaria harus mampu beradaptasi dengan nilai-nilai yang baru.
Dalam perkembangan hubungan EU dan ASEAN, perkembangan ekonomi dan kompetisi ekonomi selama ini telah menjadi fokus bahasan bersama kedua kawasan. Menlu Hongaria menyatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara telah mengalami banyak kemajuan ekonomi. Antara EU dan ASEAN juga memiliki beberapa kesamaan baik dalam cikal bakal berdirinya, maupun dalam jumlah populasi. Menlu Hongaria juga menilai positif negara-negara ASEAN yang nampak lebih “sabar” dalam mencari solusi konflik-konflik regional, maupun masalah-masalah dalam kehidupan bertetangga. Beliau mengharapkan hal serupa dapat diterapkan di kawasan Eropa, misalnya untuk masalah Kosovo. Dalam kaitan KTT ASEAN yang baru berlangsung di Singapura, Menlu Hongaria menyambut baik hasil-hasil yang telah dicapai.
Menyangkut perkembangan regional Eropa, Menlu Hongaria menyampaikan harapannya untuk terselesaikannya masalah Kosovo dengan solusi damai dalam tenggang waktu yang diharapkan. Hongaria menganggap penting terselesaikannya masalah tersebut demi terciptanya kawasan Balkan yang aman, damai dan sejahtera. Dalam hal ini beliau menilai bahwa hak-hak kaum minoritas perlu dipenuhi sebagai syarat hidup berdampingan secara damai.
Dalam ASEAN Plus Luncheon tersebut telah berlangsung dialog interaktif dengan Menlu Hongaria termasuk mengenai visi, misi dan kebijakan Hongaria dalam menanggapi masalah perkembangan regional di kedua kawasan, serta masalah domestik Hongaria sendiri.
Dalam dialog tersebut telah mengemuka masalah-masalah seperti mencuatnya identitas etnik ditengah arus globalisasi yang melanda dunia. Menlu Hongaria berpandangan pentingnya melaksanakan hak-hak minoritas termasuk dalam kebebasan berekspresi, seperti merujuk pengalaman Hongaria sendiri dimana tiap etnik yang ada di Hongaria dapat memilih wakilnya di tingkat pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dengan masuknya Hongaria ke zona Schengen maka interaksi antar etnik akan semakin meningkat lagi sehingga hubungan dan komunikasi akan terjalin lebih luas lagi.
Masalah-masalah lain yang dibahas dalam dialog dengan Menlu Hongaria menyangkut kemungkinan keanggotaan Turki di Uni Eropa dimana Turki harus memenuhi beberapa persyaratan agar dapat diterima menjadi anggota EU; masalah Myanmar dimana proses negosiasi diharapkan membuka jalan bagi perkembangan yang lebih kondusif di Myanmar; prediksi waktu Hongaria masuk zona euro diperkirakan sekitar tahun 2012/2013 karena harus dapat mengatasi masalah defisit dan inflasi terlebih dulu; serta posisi Hongaria terhadap penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai disamping mencari alternatif pasokan energi yang lain seperti solar dan angin; juga disinggung masalah Afghanistan dan perkembangan Iran.
Sumber : www.deplu.go.id Kredit foto : magazine.voiaganto.it