Minggu, 26 April 2026 |Isnain, 9 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 516
Hari ini
:
12.133
Kemarin
:
23.172
Minggu kemarin
:
7.342.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 november 2007 06:04
Belanda Siapkan Beasiswa Bagi 200 Orang Indonesia
Screenshot NESO Indonesia
Bandarlampung- Belanda melalui NESO (Netherlands Education Support Office) Indonesia, organisasi nonprofit yang ditunjuk resmi dan didanai Pemerintah Belanda sebagai perwakilan NUFFIC (organisasi Belanda yang menangani kerjasama internasional di bidang pendidikan tinggi), menyiapkan beasiswa bagi 200 orang Indonesia pada tahun 2008.
Staf Beasiswa Senior NESO Indonesia, Wiwin Erikawati, di Bandarlampung, Rabu, menyebutkan pihaknya tahun 2008 menargetkan dapat memberikan sekitar 200 beasiswa penuh bagi mereka yang berminat untuk mengikuti program master, kursus singkat atau program singkat lainnya di Belanda melalui Program StuNed.
Program pemberian beasiswa StuNed itu merupakan program beasiswa yang bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan SDM pada institusi-institusi di Indonesia.
Setiap tahun sekitar 150-200 beasiswa penuh ditawarkan kepada warga Indonesia yang berkecimpung dalam pembangunan di tempat bekerja masing-masing. "Program beasiswa yang ditawarkan itu berada pada beberapa perguruan tinggi di Belanda yang menyelenggarakan studi tersebut dalam bahasa Inggris," kata Wiwin.
Menurutnya, program StuNed itu mengacu pada kebijakan kerjasama pembangunan Pemerintah Belanda, yang tujuan utamanya adalah penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan dengan mendukung pencapaian UN Millenium Development Goals pada tahun 2015.
Kerjasama bilateral itu difokuskan pada pengembangan kapasitas institusi di sektor-sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan, seperti pendidikan, penanggulangan HIV-AIDS, pelestarian lingkungan, penyediaan air bersih dan sanitasi, memajukan iklim investasi, pemberdayaan masyarakat, hak-hak asasi manusia. "Dua isu utama yang menjadi perhatian bagi calon penerima beasiswa itu adalah `good governance` dan gender, termasuk memberikan 50 persen dari total beasiswa kepada kandidat perempuan," kata Wiwin.
Program beasiswa StuNed khusus diadakan untuk masyarakat Indonesia dan diprioritaskan bagi staf pemerintah/birokrat di pusat dan daerah, staf LSM, staf pengajar PTN/PTS serta para wartawan dan kelompok profesional.
Karyawan perusahaan swasta yang bekerja di sektor yang terkait dengan pembangunan juga dapat ikut mengajukan sebagai calon penerima beasiswa itu.
Pelaksanaan pendaftaran calon penerima beasiswa StuNed pada tahun 2008 dibuka pada 1 Januari dan ditutup pada 15 Maret 2008. Bagi peminat dari luar Pulau Jawa yang ingin mendaftar melalui fasilitas pra-registrasi, batas akhir pendaftarannya pada 1 Agustus 2008.
Hingga saat ini, total penerima beasiswa ke Belanda itu mencapai 1.343 orang sejak tahun 2000. Penerima beasiswa asal Lampung tahun 2006 sebanyak enam orang (pendaftar 13 orang), tahun 2007 sebanyak enam orang pula (pendaftar 24 orang), dan tahun 2008 telah dipastikan satu orang penerima dari 15 pelamar yang sedang diproses lebih lanjut.
Secara nasional pada tahun 2007 pendaftar penerima beasiswa itu sebanyak 538 orang (82 yang menerima), tahun 2008 memiliki 519 pendaftar (119 yang lolos seleksi).
Sumber : Republika Online Kredit foto : www.nesoindonesia.or.id