Close
 
Sabtu, 25 April 2026   |   Ahad, 8 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 385
Hari ini : 10.250
Kemarin : 18.047
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

14 mei 2007 04:00

Majelis Musyawarah Masyarakat Melayu Kepri Dikukuhkan

Tanjung Pinang- Gubernur Kepri H Ismeth Abdullah, Ahad (13/5) di Hotel Laguna Kota Tanjungpinang mengukuhkan Majelis Musyawarah Masyarakat Melayu Kepulauan Riau (M4KR). Pengukuhan ditandai dengan tepung tawar Ketua M4KR Dr Hasan Noer oleh Gubernur.

Hadir pada deklarasi pengukuhan M4KR tersebut Kadis Kelautan dan Perikanan Amir Faizal, Asisten III Setdako Tanjungpinang Wan Kamar, Kadisparbud Provinsi Kepri Robert Iwan Loriaux, Kepala Biro Kesra Dadang S, Ketua LAM Provinsi Kepri Abdul Razak, serta sejumlah tokoh lain.

Ismeth mengatakan pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kepri belum ada kesatuan dalam gerak langkah. Oleh karena itu, Ismeth mengaku mengharapkan adanya kesatuan gerak dan langkah dalam melaksanakan pembangunan di Provinsi Kepri. ”Kita merindukan kesatuan gerak, agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan singkat dan cepat,” kata Ismeth.

Ismeth mengajak M4KR ikut mengisi pembangunan saat ini agar menjadi provinsi yang besar di Indonesia. ”Sehingga cepat membangun sesuai dengan visi dan misi Provinsi Kepri di bawah payung Melayu dengan masyarakatnya yang berakhlak mulia,” jelasnya.

Ketua M4KR Dr Hasan Noer mengatakan, ada tiga program yang akan dilaksanakan organisasi yang bernaung di bawah payung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri tersebut, yakni di bidang pengentasan kemiskinan, pendidikan dan ekonomi.

”M4KR merupakan lembaga yang berada di bawah payung LAM Provinsi Kepri. M4KR juga bersedia bekerjasama dengan organisasi lain yang ada di Provinsi Kepri ini,” jelas Hasan Noer.

Sementara mengenai keinginan menjadi tuan di negeri sendiri, menurut Ismeth hanya bisa terwujud jika pendidikan dapat dikuasai. Oleh karena itu, lanjut Ismeth, anak-anak di daerah ini mesti menguasai pendidikan.

Ismeth mengungkapkan ada 10 profesor yang berasal dari Provinsi Kepri. Sehubungan dengan pendirian Universitas Negeri di Provinsi Kepri, kata Ismeth, Pemprov memerlukan guru besar terebut.

Agar dapat meningkatkan mutu dan masa depan anak negeri dimasa datang, Pemprov Kepri akan memperbanyak sekolah kejuruan dan sekolah agama. ”SMA hanya 20 persen yang dapat diserap lapangan kerja. Sebab, itu akan diperbanyak sekolah kejuruan dan sekolah agama. Jika saat ini baru 30 persen sekolah kejuruan dan 70 persen sekolah umum, maka nanti akan dibalik sekolah kejuruan yang paling banyak,” jelas Ismeth.

Sumber : Batam Pos (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 2.787 kali.

Tuliskan komentar Anda !