Close
 
Senin, 24 Agustus 2026   |   Tsulasa', 10 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.300
Hari ini : 21.141
Kemarin : 20.558
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 desember 2007 06:21

Dewan Tolak Impor Souvenir Visit Musi 2008

Dewan Tolak Impor Souvenir Visit Musi 2008

Palembang- Anggota DPRD Kota Palembang Irmaidi meminta agar rencana Pemerintah Kota Palembang mengimpor souvenir untuk acara Visit Musi 2008 dibatalkan karena tidak sejalan dengan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Ini sangat melukai perasaan perajin lokal. Mengapa harus impor dari Cina, apakah tidak ada perajin lokal dan Indonesia yang mampu membuat souvenir itu,” katanya, Kamis (6/12).

Selain itu, Irmaidi juga mengaku belum mengetahui dari mana dana yang akan dipakai membeli souvenir itu karena Dewan merasa tidak menganggarkannya. Menurut Irmaidi, semestinya event-event besar seperti Visit Musi 2008 dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Apriadi Busri mengatakan Pemkot akan memasok souvenir jenis plakat bergambar Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Kantor Wali Kota langsung dari Cina. Souvenir yang akan dipasok berjenis plakat dari batu alam berbentuk tiga dimensi.

Menurut Apriadi, para perajin di Palembang tidak bisa membuatnya, dan kalau pun ada, tidak begitu sempurna. Namun begitu, kata Apriadi, tidak semua souvenir akan dipasok dari Cina, karena kain songket, gantungan kunci dan makanan khas Palembang tetap dilakukan oleh penduduk lokal.

Irmaidi juga mempersoalkan masalah bahan baku, sebab Sumatera Selatan (Sumsel) kaya dengan batubara. Menurutnya, di Sumatera Barat orang sudah bisa membuat asbak, rumah gadang dengan bahan batubara, jadi tidak perlu didatangkan dari negeri Cina.

Masalah pemberdayaan perajin juga dikritisi, sebab event ini sudah disiapkan jauh-jauh hari. “Pemerintah Kota melalui dinas terkait kan bisa mendatangkan instruktur dari luar untuk mengajari perajin lokal jika ingin kualitas dan hasilnya maksimal. Event ini bukan habis sehari, tetapi terus dilakukan secara kontinyu,” katanya.

Sumber : Tempo Interaktif


Dibaca : 1.417 kali.

Tuliskan komentar Anda !