Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
07 desember 2007 02:25
Putra Mahkota Thailand Resmi Buka SEA Games 2007
Kontingen Indonesia melakukan defile saat pembukaan SEA Games ke-24 di Stadion Peringatan Hari Ulang Tahun Raja ke-80 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Kamis (6/12).
Nakhon Ratchasima, Thailand- Diwarnai lautan manusia dengan seragam warna kuning yang merupakan warna kerajaan, Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2007 dibuka secara meriah di Stadion Peringatan Hari Ulang Tahun Raja ke-80 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Kamis (6/12).
Sebanyak 8.793 penari yang berasal dari 35 institusi di propinsi Nakhon Ratchasima--biasa disingkat Korat--ikut memeriahkan pesta yang secara resmi dibuka oleh Putra Mahkota Kerajaan Thailand Maha Vajiralangkorn, yang mewakili ayahnya Raja Bhumibol Adulyadej.
Uparaca pembukaan tersebut mendatangkan perhatian tersendiri bagi sekitar 20.000 penonton yang memadati stadion, karena di tribun kehormatan, Putra Mahkota didampingi oleh putrinya Sirivannavan Nariratana. Nariratana kemudian berjalan menuruni tangga menuju lapangan dan ikut berpawai dan bergabung dengan kontingen Thailand, karena anggota keluarga raja itu akan ikut bertanding di cabang bulu tangkis. Pesta olahraga Asia Tenggara itu pun benar-benar menjadi perhelatan keluarga raja dengan berpartisipasinya Nariratana sebagai atlet dan berbaur dengan atlet lainnya.
Upacara dibuka dengan pertunjukan The Journey of SEA Games to Korat, yaitu tarian yang mengisahkan bagaimana provinsi yang berada bagian timurlaut Thailand itu berhasil meyakinkan negara Asia Tenggara lainnya untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu.
Pertunjukan pertama adalah pergelaran tarian The Amazing Great King selama sepuluh menit, bercerita tentang pujian bagi Raja yang berhasil menjadikan Thailand sebagai negara yang makmur. Secara keseluruhan, terdapat delapan pertunjukan yang ditampilkan yang semuanya diawali dengan kalimat The Amazing, yaitu The Amazing Great King, The Amazing E Saan Wonder, The Amazing Glorious City, The Amazing Sport Ceremony, The Amazing Royal Flame, The Amazing Friendship, dan The Amazing Celebrations.
Penyelenggaraan SEA Games 2007 kali ini mengusung tema semangat, Persahabatan dan Perayaan (Spirit, Friendship, and Celebrations), yang merefleksikan semangat dan persahabatan yang sudah terjalin di antara masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Kalimat Perayaan ditambahkan karena pesta olahraga dua tahunan itu, yang memang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-80 Raja Bhumibol Adulyadej yang jatuh pada 5 Desember.
Saat-saat paling dramatis dan menegangkan terjadi pada saat penyalaan api obor ketika Polsak Udomporn, lifter putri peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, mendapat kepercayaan untuk menyulut obor, simbol semangat yang akan menyala sampai 15 Desember mendatang. Dengan penuh keyakinan, Udomporn kemudian menyalakan api pada obor berbentuk logo SEA Games dan pada saat yang bersamaan, ratusan kembang api pun berloncatan ke angkasa, membuat kota Nakhon Ratchasima bermandikan cahaya dan sekaligus menandakan dimulainya secara resmi SEA Games 2007.
Secara keseluruhan, upacara pembukaan tersebut berlangsung sekitar empat jam dan berhasil menyihir masyarakat kota Nakhon yang untuk pertama kalinya mendapatkan pengalaman sebagai tuan rumah event dua tahunan itu. SEA Games merupakan event ke-7 yang diselenggarakan di Thailand dan yang kedua digelar di luar ibukota Bangkok setelah Chiang Mai pada tahun 1995.
Singapura sebenarnya mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah SEA Games ke-24 tersebut, namun negara kota yang berpenduduk sekitar empat juta jiwa itu mengundurkan diri dengan alasan stadion yang mereka bangun belum siap. Fokus mereka lebih tertuju untuk menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Negara Persemakmuran (Commonwealth Games) 2010.
Thailand yang kemudian diminta oleh Federasi SEA Games kemudian menyatakan kesediaan untuk menggantikan Singapura yang terakhir menjadi tuan rumah pada 1993. Kabinet Thailand yang mengadakan pertemuan pada 14 Maret 2006 menetapkan Provinsi Nakhon Ratchasima sebagai kota penyelenggara utama.
Kota penyelenggara lainnya adalah Bangkok dan Pattaya. Namun Bangkok hanya menggelar sembilan cabang olahraga, sedangkan Pattaya yang berada di Provinsi Chonburi menyelenggarakan enam cabang olahraga