Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 5.822
Kemarin : 20.067
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 desember 2007 01:24

Pemerintah Putuskan Idul Adha 20 Desember

Pemerintah Putuskan Idul Adha 20 Desember

Jakarta- Pemerintah melalui sidang itsbat memutuskan, 1 Zulhijah 1428 Hijriah jatuh pada Selasa (11/12) dan Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriah jatuh pada Kamis (20/12).

Sidang itsbat dihadiri Dirjen Binmas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar, Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag Muchtar Ilyas, Sekjen Depag Bahrul Hayat, Ketua Umum MUI Umar Shihab, dan sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, di Kantor Depag, Jakarta, Rabu.

Ketua BHR Depag Muchtar Ilyas, mengatakan, ijtimak menjelang awal bulan Zulhijah 1428 Hijriah pada Senin (10/12) terjadi sekitar pukul 00.41 WIB dengan ketinggian hilal antara 4-6 derajat 30 menit.

"Pada hari rukyat Ahad atau 9 Desember 2007 bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah 1428 Hijriah, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia masih di bawah ufuk antara 5 derajat 30 menit sampai 3 derajat 30 menit," katanya.

Ia menyatakan berdasarkan laporan pelaksanaan rukyat hilal pada Minggu (9/12) yang disampaikan 24 titik, menyatakan, bahwa mereka tidak melihat hilal awal Zulhijah 1428 Hijriah.

Bahkan Malaysia sendiri, telah menyatakan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada Selasa (11/12) hingga Hari Raya Iduladha jatuh pada Selasa (20/12).

"Bahkan, BHR dalam Musyawarah Kerja Evaluasi Hisab Rukyat 16-18 Maret 2007 di Cipayung, Bogor, sepakat menyatakan bahwa tanggal 1 Djulhijjah pada Selasa (11/12)," katanya.

Sementara itu, keputusan Hari Raya Idul Adha itu juga berdasarkan tanggapan dari sejumlah perwakilan yang menghadiri sidang itsbat itu, antara lain, H.M. Iskandar (SI), K.H. Ghozali (NU), Djamaludin (Lapan), Hamid Azizi (Aswasiliyah), Mudji Raharto (Bosscha), dan H.M. Ma`rifat Iman (Muhammadiyah).

Sedangkan satu penanggap dari DDII, Syamsul Bahri, menyatakan, berbeda dengan keputusan pemerintah karena pihaknya mengacu kepada penetapan Hari Raya Iduladha internasional.

"Hari Raya Idul Adha dan Wukuf itu merupakan hari internasional, yakni, hari Rabu (19/12)," katanya.

Sumber : Antara News
Kredit foto : mivtech.wordpress.com


Dibaca : 1.970 kali.

Tuliskan komentar Anda !