Close
 
Senin, 2 November 2026   |   Tsulasa', 21 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.644
Hari ini : 29.873
Kemarin : 40.758
Minggu kemarin : 51.501
Bulan kemarin : 11.429.130
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

24 desember 2007 04:55

Pak Lah `Pesan Kakek Saya, Malaysia-RI Harus Terus Bersatu`

Pak Lah `Pesan Kakek Saya, Malaysia-RI Harus Terus Bersatu`

Kuala Lumpur - PM Malaysia Abdullah Badawi menegaskan Malaysia - RI harus selalu bersatu karena pesan kakeknya dulu seperti itu, ditambah lagi kedua negara ini satu rumpun, bertetangga baik, kedua negara merupakan perintis ASEAN dan menguasai 80 persen pangsa pasar CPO dunia.

"Kakek saya membuat syair berbahasa Arab yang isinya adalah Hidup Melayu. Malaysia Merdeka, dan Malaysia - Indonesia harus terus bersatu. Itulah pesan datuk (kakek) saya yang selalu saya ingat hingga kini," kata Pak Lah, panggilan akrab PM Abdullah Badawi.

Ia mengatakan itu dalam sambutan tanpa teks ketika menjamu rombongan pengurus Golkar termasuk Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono di rumah dinas PM Malaysia di Putrajaya, Jumat malam.

UMNO selaku parpol yang berkuasa di Malaysia berinisiatif mengadakan pertemuan dengan Golkar terkait dengan hubungan kedua negara yang sedikit tegang belakangan ini.

Karena hubungan baik Golkar-UMNO sejak lama, Golkar bersedia bertemu setelah melakukan kunjungan muhibah ke Eropa Timur, di antaranya ke Uzbekistan dan Polandia, kemudian transit di Kuala Lumpur untuk bertemu dengan Presiden UMNO dan Wakilnya Najib Tun Razak serta melakukan dialog tertutup, Sabtu pagi ini.

"Hubungan baik Golkar - UMNO sudah terjalin sejak lama. Kami bersedia berdialog dengan UMNO karena memang ada hal-hal yang sensitif muncul belakangan ini," kata Agung Laksono ketika memberikan sambutan tanpa teks pada jamuan makan malam itu.

Tanpa merinci isu yang sensitif , tapi DPR pada akhir Agustus 2007 melayangkan surat protes keras yang ditandatangani oleh Agung Laksono selaku ketua DPR terkait dengan pemukulan wasit karate Donald Kolopita, Jumat, 24 Agustus 2007, secara brutal oleh empat oknum polisi di Nilai, Seremban.

Protes itu sempat membuat kaget kerajaan dan parlemen Malaysia. Tidak lama kemudian, Menbudpar Jero Wacik mengirim surat protes keras atas insiden kebudayaan dan kesenian terkait dengan penampilan kesenian khas Indonesia oleh delegasi kebudayaan Malaysia di Osaka Jepang, pada pertengahan Oktober 2007.

Surat protes keras Menbudpar RI sempat dibahas dalam kabinet Malaysia. Kepada rombongan Golkar dan para menteri kabinet Malaysia dari UMNO, Pak Lah mengatakan, hubungan Malaysia - RI harus terus bersatu karena kedua negara bertetangga ini merupakan satu rumpun, sama-sama perintis Asean.

"Malaysia - Indonesia juga merupakan dua negara produsen CPO (crude oil palm) terbesar di dunia. Hasil CPO kedua negara ini menguasai 80 persen pangsa pasar dunia. Kedua negara harus bersatu agar tercipta stabilisasi harga CPO dunia yang menguntungkan ke dua negara," kata Badawi.

"Banyak upaya dari negara lain yang ingin memisahkan hubungan baik Malaysia - Indonesia," katanya. "Saya bersyukur para investor Malaysia juga banyak menanamkan modal di Indonesia. Tahun 2006, investor Malaysia merupakan yang tertinggi mengalahkan investor asing lainnya seperti Jepang, Korsel, Taiwan dengan nilai sekitar 2,2 miliar dolar AS," tambah dia.

"Walaupun sistem politik kita berbeda, tapi bukan menjadi penghalang untuk terus meningkatkan hubungan kedua negara," katanya."Saya setuju UMNO dan Golkar harus terus saling bertemu, berdialog dan melakukan kesepahaman bersama demi hubungan baik Malaysia-Indonesia," kata Pak Lah.

Sumber :http://www.republika.co.id
Kredit foto : http://www.wikipedia.org



Dibaca : 2.434 kali.

Tuliskan komentar Anda !