Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
11 januari 2008 03:11
1 Muharam Ajang Koreksi Diri
Palembang– Ketua Pengajian Roudhatul Nisa Palembang Hj. Maphilinda Syahrial Oesman mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharam 1429 H hendaknya dipergunakan sebagai ajang koreksi diri untuk satu tahun ke depan.
“Kita jangan pernah terlena dengan manisnya dunia ini, karena semuanya tidak ada yang kekal. Semuanya hanya titipan Allah,” katanya di depan ratusan jamaah pengajian di Palembang kemarin. Dia mengatakan, Tahun Baru Islam merupakan ajang untuk berbagi kepada sesama, karena tidak semua orang beruntung dalam kehidupannya. Jadi, sudah sepantasnya manusia saling membantu dan memberikan sedikit rezeki yang dimiliki.
“Harta hanya sebuah titipan dari Allah. Jika Allah ingin ambil, maka dalam sekejap habis,”imbuh Maphilinda. Dia menerangkan, banyaknya aliran sesat yang mulai masuk di beberapa tempat di Indonesia merupakan salah satu tanda peringatan bahwa umat Allah telah mulai melupakan Sang Pencipta.
“Kini bencana alam di mana-mana. Seharusnya kita dapat mengambil sedikit maksud dari semua kejadian itu,”jelasnya. Maphilinda mengungkapkan, sering kali Tahun Baru Hijriah terlupakan oleh umat Islam. Sebaliknya,Tahun Baru Masehi diagung-agungkan dan dimeriahkan dengan acara yang megah melalui berbagai perhiasan.
“Seharusnya, Tahun Baru Islam lebih meriah daripada Tahun Baru Masehi. Sebab, Indonesia paling banyak umat Islamnya,” katanya. Dia mengatakan, Tahun Baru Islam harus dapat menjadi tolok ukur dalam satu tahun ke depan. Sebab, dalam beberapa hari mendatang, tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Dengan demikian, umat Islam perlu berbuat baik dan beramal sebanyakbanyaknya agar mendapat balasan setimpal dari Allah SWT. Dia menambahkan, jadikanlah masa yang akan datang lebih baik dari pada tahun yang lalu. Dengan begitu, semuanya dapat berjalan dengan baik, tanpa ada permasalahan yang dapat menimbulkan banyak dampak negatif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ustad Nurholis Hasibuan dalam ceramahnya mengatakan, Tahun Baru Islam merupakan awal kebangkitan umat Nabi Muhammad. Jadi,harus banyak banyak merenung dan koreksi diri.
Sumber : www.seputar-indonesia.com Kredit foto : faculty.uaeu.ac.ae