Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 337
Hari ini : 8.377
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

05 februari 2008 02:18

Kaya Rasa ala Manado

Kaya Rasa ala Manado

Manado- Manado memang gudangnya makanan enak, salah satunya yang populer adalah rica-rica. Pedas dan segar menjadi ciri khasnya.

Kenalkah Anda dengan menu abon panpis, ayam woku, dan nasi jaha`? Itu semua adalah olahan Manado yang tak kalah nikmatnya. Hadir di Jakarta sejak 40 tahun lalu, Rumah Makan Manado, Tinoor Asli Manado, di Jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat, tetap eksis memanjakan lidah para pencinta menu-menu bernuansa Indonesia Timur.

Selain menyajikan aneka hidangan rica, rumah makan turun-temurun ini juga memanjakan tamu yang datang dengan menu tradisional khas Manado lainnya seperti, nasi kuning dan nasi jaha`. Hampir sama dengan masakan di daerah-daerah lainnya di Indonesia, masakan Manado juga banyak menggunakan bumbu-bumbu seperti cabai, kemangi, jahe, bawang, dan sereh. Namun, pada masakan tradisional Manado, jarang sekali menggunakan merica maupun daun salam.

Masakan tradisional Manado seperti nasi bungkus misalnya, juga sangat berbeda dengan nasi bungkus di daerah-daerah lain. Di daerah lain, nasi bungkus atau yang dikenal dengan nama lontong, dibungkus dengan daun pisang. Pada masakan Manado, nasi dibungkus dengan daun khusus yang dinamakan daun laikit. Zat hijau daun yang terdapat pada daun segar ini akan membuat nasi menjadi lebih wangi, tahan lama, dan gurih ketika dikonsumsi.

“Biasanya yang datang ke sini selain orang-orang Manado di Jakarta,juga banyak dikunjungi masyarakat Kalimantan hingga Papua, kalau untuk Sumatera yang paling banyak datang adalah orang Medan,” kata pemilik rumah makan Manado Tinoor Asli Manado, Ronny Wongkar. Bagi pengunjung yang ingin menikmati aneka hidangan bernuansa ikan, rumah makan yang didesain dengan konsep tradisional modern ini juga menyajikan aneka hidangan berbahan baku ikan.

Di antaranya ikan rica dan abon panpis yang terbuat dari daging ikan cakalang dan menjadi salah satu menu favorit di rumah makan berkapasitas lebih kurang 40 kursi tersebut.

”Di Manado sendiri, sebenarnya nasi kuning dikonsumsi ketika sarapan. Tapi ketika berada di Jakarta, nasi kuning dikonsumsi untuk makan siang ataupun bersantap malam,” terang pria paruh baya ini. Untuk teman makan nasi, selain lauk utama, rumah makan yang dihiasi oleh lukisan- lukisan indah di dinding ini juga menyuguhkan menu tambahan seperti bakwan jagung. Bakwan jagung di sini sebenarnya hampir sama dengan perkedel jagung, namun rasanya terasa lebih renyah karena dibuat dengan campuran tepung terigu dan tepung beras.

“Yang mungkin jarang ditemukan di tempat lain adalah nasi jaha`, jaha` dalam bahasa Manadonya berarti `jahe`. Nasi ini dimasak di dalam bambu dan di sanalah letak keunikannya,” kata Ronny Wongkar lagi.

Sumber : www.seputar-indonesia.com
Kredit foto : bp1.blogger.com


Dibaca : 3.568 kali.

Tuliskan komentar Anda !